Sabtu, 27 November 2010

Daging Sambal Goreng Merah



Bahan :


300 gr daging berlemak
500 cc santan cair
250 cc santan kental
200 gr tomat merah, belah empat
2 lembar daun salam
1/2 jari lengkuas, memar
minyak goreng

Bumbu dihaluskan :

10 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 cabai merah
garam dan gula jawa secukupnya

Cara memasak :

Daging dibersihkan dari uratnya kemudian potong ukuran sedang
Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan daun salam dan lengkuas hingga baunya harum.
Masukkan daging dan aduk rata
Santan cair dimasukkan dan masak hingga dagingnya lunak
Masukkan santan kental dan kecilkan api sambil diaduk hingga mendidih
Masukkan irisan tomat, masak terus sampai tomatnya layu dan santannya susut.
Angkat dan hidangkan

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Sasate Bandeng




Bahan :

  • 2 ekor bandeng
  • 1 sendok makan koya kelapa
  • 50 ml santan kental
  • minyak goreng
  • 5 bawang meran dirajang
  • 3 bawang putih digoreng
  • 1/2 sdk mkn ketumbar bubuk
  • 1/2 sdk teh lada
  • 1/2 sdk teh terasi
  • 2 lbr daun jeruk
  • 1/2 sdk teh garam
  • bumbu pengapit secukupnya
Cara memasak :
  • Bersihkan bandeng, insang dan kotorannya
  • Pukul-pukul ikan dengan punggung pisau hingga ikan memar, patahkan duri ikan di bagian ekor kemudian tarik durinya melalui lubang insang dan ambil dagingnya. Buang duri halusnya.
  • Campur daging ikan dengan koya kelapa, santan kental, ketumbar, lada dan garam. Aduk rata.
  • Goreng bawang merah, bawang putih dengan minyak goreng kemudian masukkan terasi. Teruskan menggoreng hingga kecoklatan, angkat haluskan beserta minyak goreng.
  • Campurkan dalam adonan daging bandeng, aduk rata.
  • Masukkan adonan daging ikan ke dalam rongga kulit ikan melalui insang hingga menyerupai ikan semula.
  • Gapit ikan dari kepala hingga ekor kemudian lumuri kulit dengan minyak goreng dan garam. Bungkus dengan daun.
  • Bakar ikan hingga matang kecoklatan
  • Hidangkan dengan sambal dan lalap







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Kentang Jamus Saus tiram



Bahan :


• 500 gr jentang ukuran sedang
• 2 sendok makan minyak sayur
• 2 siung bawang putih, cincang halus
• 200 g daging ayam, potong kasar
• 150 g jamur hioko segar atau kering, potong dua
• 2 sendok makan saus tiram
• 1 sendok makan kecao asin
• 1/2 sendok teh merica jitam bubuk
• 1 sendok teh garam

Cara memasak :

• Cuci bersih kentang lalu dipotong-potong
• Rendam dalam air dingin.
• Tumis bawang putih hingga harum
• Masukkan daging ayam, aduk hingga kaku
• Tambahkan jamur, kentang dan bumbu, aduk hingga rata, angkat.
• Taruh di pinggan panas, panggang dalam oven panas 180 derajat C selama 30 menit hingga kentang lunak.
• Angkat, taburi kucai cincang. Sajikan panas.

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Gudeg Yogya




Bahan :

• ½ butir kelapa
• 3 lembar daun jati
• ½ ayam sedang
• Telur
• Nangka muda

Bumbu :

• 3 biji bawang merah
• 4 siung bawang putih
• 1 sendok teh ketumbar
• 6 butir kemiri
• 2 potong laos
• ¼ sendok teh terasi
• 3 lembar daun salam
• 1 sendok makan garam
• 2 sendok makan gula merah dan micin

Cara memasak :

• Rebus telur dan parut kelapa untuk dijadikan santan
• Nangka muda dipotong-potong agak kasar setelah dicuci.
• Kemudian rebus dengan daun jati supaya timbul warna merah hingga lunak. Tiriskan lalu memarkan.
• Haluskan bumbu, kecuali daun salam dan laos. Masukkan ke dalam panci bersama santan, potongan ayam dan nangka muda yang telah dimemarkan.
• Tambahkan daun salam dan laos, rebu terus hingga santan habis.
• Terakhir masukkan telur rebus yang telah dikupas, tambahkan santan kental dan rebus hingga santan habis





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Udang keripik kentang



Bahan :


• ½ kg udang
• 200 gr kentang
• 3 siung bawang putih
• 1 sendok teh lada
• 200 gr bawang merah
• 1 sendok bawang merah
• 1 sendok makan ketumbar
• 1 sendok teh gula halus dan garam secukupnya

Cara memasak :

• Udang direbus, lalu dibuang kulitnya lalu haluskan
• Kentang diiris tipis-tipis dan digoreng kering.
• Bumbu dihaluskan, masukkan ke dalam udang.
• Bawang merah diiris halus dibuat bawang goreng
• Udang berbumbu tadi juga digoreng kering
• Bahan-bahan yang telah digoreng semua dicampurkan. Biarkan sebentar diatas baki beralaskan kertas minyak, agar minyak diserap lalu masukkan ke toples.







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Tahu goreng bumbu rujak



Bumbu :


300 gr tahu, potong 2 x 2 cm lalu goreng kering
3 lembar daun jeruk purut
1 tangkai serai, dimemarkan
500 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sendok makan air asam jawa
2 sendok makan minyak untuk tumis
Garam dan gula secukupnya

Bumbu halus :

• 6 butir bawang merah
• 5 buah cabai merah
• 3 buah kemiri
• ½ cm lengkuas
• 1 cm kunyit

Cara memasak :

• Tumis bawang halus, daun jeruk dan serai sampai harum.
• Masukkan tahu, aduk hingga tahu berbalut bumbu
• Tuangkan santan, garam, gula dan air asam. Masak hingga santan kental








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Resep Masakan Kakap Pedas



Bahan :

1 ekor ikan kakap
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
8 buah cabai rawit
2 sendok makan tauco
1 tangkai daun bawang
1 buah wortel
Garam, lada, bumbu penyedap secukupnya

Cara memasak :

• Ikan kakap dibersihkan dari sisk dan kotorannya, belah bagian kiri dan kanan badannya, beri garam dan lada
• Goreng sampai matang. Daun bawang diiris halus
• Haluskan bawang merah dan bawang putih, tumis sampai baunya sedap bersama cabai rawit dan taoco, aduk-aduk kemudian tambahkan air dan irisan wortel
• Masukkan ikan kakap yang sudah digoreng tadi. Tambahkan irisan daun bawang, angkat dan siap dihidangkan








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Gulai Ayam



Bahan :


• 1 ekor ayam sedang
• 10 buah cabe merah
• 10 buir bawang mera, diiris
• 4 siung bawang putih, diiris halus
• 1 ruas kunyit
• 1 ruas lengkuas
• 4 sendok makan ketumbar
• 5 sendok makan minyal samin
• 1 sendok teh adas halus
• 1 potong kayu manis
• 1 sendok teh pala
• 1 sendok asam jawa
• 2 sendok makan kelapa gongseng dihaluskan
• 2 ½ gelas santan
• Sejumput jinten

Cara memasak :

• Ayam dipotong-potong, cuci bersih, tiriskan
• Haluskan cabe, kunyit dan lengkuas
• Tumis bawang mera, bawang putih dan kayu manis dengan minyak samin sampai kering dan kuning, masukkan cabe dan goreng sebentar.
• Masukkan ketumbar halus serta potongan ayam, beri air secukupnya, rebus hingga empuk
• Masukkan santan dan air asam jawa, aduk
• Bila santan mendidih angkat dan siap dihidangkan







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Ayam Bumbu Rujak


Bahan :

• 1 ekor ayam sedang
• 1 gelas santan kental
• 2 lembar daun salam
• 2 lembar daun jeruk purut
• 1 batang serai yang dimemarkan

Bumbu :

• 5 buah cabe merah
• 2 siung bawang putih
• 4 buah kemiri

Cara memasak :

• Ayam dibersihkan, cuci kemudian poting menjadi 4 bagian
• Bumbu dihaluskan kecuali serai, daun salam dan dun jeruk purut. Tumis hingga harum
• Masukkan ayam dan santan kental sambil diaduk rata
• Masak terus sampai matang kemudian dipanggang hingga kering







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Ayam Telur


Bahan :


• 1 ekor ayam sedang
• 100 gram terigu
• 2 butir telur ayam

Bumbu :

• 5 siung bawang putih
• 50 gr bawang bombay
• 1 sendok makan kecap inggris
• Lada dan garam secukupnya

Cara memasak :

• Bersihkan ayam, potong-potong, cuci bersih dan tiriskan
• Bawang putih dan baang bombay dicincang halus
• Ayam dilumuri dengan kecap inggris, bawang putih, bawang bombay, garam dan lada kemudian dibiarkan sebentar
• Setelah didiamkan sebentar ayam dilumuri dengan tepung terigu, gulingkan ke dalam kocokan telur ayam
• Panaskan minyak, goreng sambil ditusuk-tusuk agar matangnya rata, tiriskan
• Angkat dan hidangka





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Sayur Labu Siam




Bahan :


• 200 gr daging tetelan
• 3 batang daun bawang dipotong 1 ½ cm
• Air secukupnya
• Garam, bawang goreng secukupnya
• 2 buah labu siam, dikupas dipotong kotak kecil memanjang
• Miyak untuk menumis

Bumbu :

• 10 butir bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 2 butir kemiri
• 10 butir merica bulat
• Sedikit jahe dan lengkuas
• Udang, garam secukupnya

Cara memasak :

• Daging direbus dengan garam dan air secukupnya hingga empuk
• Udang dibersihkan kemudian digoreng setengah matang, tiriskan
• Potong daging kotak kecil agak tipis
• Bumbu yang sudah dihaluskan ditumis hingga baunya harum kemudian masukkan daging dan kaldunya
• Kalau sudah mendidih masukkan labu siam, daun bawang dan satu sendok makan air asam jawa
• Masak dan duk sebentar, birkan hingga matang
• Tambahkan sedikit bawang goreng dan hidangkan







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Kaserol Jamur




Bahan - bahan :
  • 2 sendok makan minyak untuk menumis
  • 100 gram bawang merah, dibuat acar halus
  • 1 buah paprika hijau, potong kotak
  • 200 gram daging, potong kotak
  • 3 sendok makan tepung terigu
  • 200 ml kaldu
  • 4 buah tomat, parut
  • 1 sendok makan pasta tomat
  • garam dan merica secukupnya
  • 200 gram jamur kancing utuh
  • 300 gram kentang kecil rebus, kupas
  • garam secukupnya
Cara memasak :
  • tumis bawang  merah dan paprika sampai harum dan layu.
  • Tambahkan daging. Aduk hinggaberubah warna lalu masukkan tepung.
  • Aduk aduk sebentar lalu tuangkan kaldu, tomat, pasta tomat, garam dan merica. Aduk rata
  • Setelah mendidih tambahkan jamur dan kentang. Aduk sebentar lalu tuang ke dalam pinggan yang telah margarin. Oven hingga bumbum meresap







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Sate Sumatra




Bahan - Bahan :
  • 1 kg Daging ayam
  • 1 butir kelapa, dibuat santan
  • Tusuk Sate
Bumbu - bumbu :
  • 15 biji cabe merah
  • 6 biji bawang merah
  • 1 sendok teh jintan
  • 3 butir jintan manis
  • 1 potong lengkuas
  • 4 siung bawang putih
  • 6 butir kemiri
  • 2 helai daun jeruk purut
  • 1 sendok makan ketumbargaram, jahe dan daun kunyit
Cara memasak :
  • Daging dipotong besar - besar
  • Semua bumbu digerus halus, kecuali daun jeruk purut dan daun kunyit
  • Masukkan  ke dalam panci yang berisi santan, begitu juga daging dan garam terus dimasak sampai kering airnya da lunak. 
  • Kemudian tusuklah dengan tusuk sate dan bakarlah dengan api sedang








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Sayur Asem jakarta



Bahan :
  • 1 buah terong, potong
  • 1 bh labu sayur, kupas, potong
  • 1 gengam daun belinjo beserta buah dan bunga.
  • 1 bh jagung manis, potong 2 cm
  • 50 gr kacang tanah, bersihkan
  • 4 lonjor kacang panjang, potong 3 cm
  • 6 lonjor buncis, potng
  • 3 lbr kol, potong kotak
  • 2 lbr daun salam
  • 2cm lengkuas, memarkan
  • 2 sdk makan asam
  • 1 sdk teh gula merah
  • 1 sdk teh terasi matang
  • garam
  • 1 1/2 ltr air

Bumbu halus :
  • 4 siung bawang putih
  • 3 siung bawang merah
  • 4 butir kemiri
  • 5 buah cabe merah

cara memasak :
  • Rebus sayuran: jagung, kacang, melinjo, bumbu halus, daun salam, cabe hijau, lengkuas, gula merah, terasi, asam.
  • Aduk dan biarkan sampai empuk dengan api sedang
  • masukkan terong, kacang panjang, buncis, kol dan garam.
  • Didihkan hingga layu
  • Angkat dan sajikan





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

ayam panggang

Resep Masakan Ayam Panggang

Bahan :

  • 1 ayam muda
  • 1 buah tomat segar
  • 1 buah paprika
  • 1 buah selada

Bumbu :
  • garam, lada, mentega secukupnya

Cara memasak :
  • Ayam dibersihkan, buang kepala dan kaki, beri garam, lada
  • Ikat kedua ujung paha ayam, masukkan ke oven temperatur sedang.
  • Setiap 1 1/2 menit olesi dengan minyak yg keluar dari daging ayam tersebut
  • Setelah matang, angkat da lepaskan ikatannya, belah menjadi 2 bagian, potong-potong
  • Hias dengan potongan buah tomat, paprika dan daun selada
  • Saus tomat diberi sedikit air jeruk nipis dan potongan-potongan halus bawang putih






silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

ayam opor


Bahan :
1 ekor ayam sedang
1 liter santan encer
1/2 liter santan kental
1 btg serai dimemarkan
2 lbr daun salam
2 lbr daun jeruk purut

Bumbu :
8 bh bawang merah
4 siung bawang putih
2 sdk teh ketumbar
1/2 sendok teh jinten
1/2 jari lengkuas
5 buah kemiri
lada, garam, gula

Cara memasak :
Ayam dibersihkan, potong-potong, cuci hingga bersih
Tumis bumbu yang dihaluskan sampai baunya harum, tambahkan daun salam, serai dan beri sedikit vetsin
Masukkan ayam, aduk hingga rata, biarkan sampai layu, tambahkan santan cair
Setelah agak surut, tambahkan santan kental
Angkat setelah empuk



silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Udang Panggang







Bahan :

  • 1 kg Udang
  • 2 bh jeruk npis
  • 2 bawang putih
  • 3 bawang merah
  • 2 sdk makan mentega
  • 4 sdk makan minyak
  • garam, cuka secukupnya
Cara membuat :
  • Bersihkan udang kemudianmasukkan jeruk nipis, garam dan cuka.
  • Diamkan sejenak hingga bumbu meresap ke duang kemudian angkat dan tiriskan.
  • Haluskan Bawang merah dan bawang putih
  • Beri sedikit minyak kemudian rebus udang baunya harum.
  • Aduk mentega kemudian campur rata dengan udang dan birakan hingga meresap.
  • Panggang diatas api langsung.








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Ayam Goreng Terasi




Bahan :

  • 1 ekor ayam potong kecil kecil
  • 1 bawang putih potong kecil kecil
  • 1 sdk teh garam
  • 1 btg serai, ambil bagian putihnya saja.
  • 1 cabai merah, buang bijinya
  • 1 tomat merah, iris tipis
  • minyak goreng secukupnya
Cabe :
  • 8 buah cabai merah
  • 5 cabai merah rawit
  • 3 siung bawang putih
  • merica butir secukupnya
  • 1 1/2 sdk teh terasi goreng
  • garam secukupnya
Cara memasak :
  • Balur ayam dengan garam dan bwang putih hingga rata
  • Goreng ayam hingga kuning kecoklatan kemudian angkat
  • Tumis serai dan cabai hingga layu dengan 4 sdk minyak goreng
  • Masukkan tomat dan bumbu halus lainnya, masak hingga harum
  • Masukkan ayam goreng, aduk hingga rata
  • Angkat dan sajikan kepada keluarga







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Ayam Rica Rica





Bahan - bahan :
  • 1 ekor ayam sedang
  • 1 cangkir minyak goreng
  • 300 cc air

Bumbu :
  • 6 butir bawang merah
  • 2 buah tomat
  • 4 bawang putih
  • 1 jahe
  • 1 sdt gula pasir
  • 100 gr cabe merah
  • garam secukupnya

Cara memasak :
  • Bersihkan ayam dan potong menjadi 4 bagian
  • Panaskan minyak kemudian tumis bumbu hingga merata dan berbau harum
  • Masukkan ayam kemudian masak hingga bumbu merata
  • Tambahkan air sedikit dan masak ayam hingga 1/2 matang dan angkat
  • Panggang ayam diatas api sedang sambil di lumeri dengan bumbu yang telah disediakan.







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Rendang Telur


Bahan:
  • 8 butir telur
  • 5 bh bawang merah
  • 2 bh bawang putih
  • 1/2 ruas lengkuas
  • 4 bh cabe merah
  • 1/2 ruas kunyit
  • 1 lbr daun kunyit
  • jahe

Cara memasak:
  • Haluskan semua bumbu kecuali lengkuas dan daun kunyit
  • Masukkan sedikit minyak kemudian tumis hingga baunya harum
  • Masak dalam santan kental kemudian masukkan telur yang sudah direbus terlebih dahulu.
  • Memarkan lengkuas dan daun kunyit kemudian masukkan kedalam masakan
  • Masak hingga minyak keluar dan agak kering.
  • Angkat dan hidangkan.



silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Resep Sayap Ayam Bumbu Lada Hitam Bahan:




  • 12 buah sayap ayam bagian atas (mini drumstick)
  • 1 siung bawang putih, parut
  • 1 sdm air jeruk nipis
  • 1 sdt garam
  • minyak goreng
  • Bumbu:
  • 2 sdm minyak sayur
  • 30 g bawang bombay, cincang
  • 2 sdt merica hitam, memarkan agak halus
  • 2 sdm saus tiram
  • 1 sdm saus cabai botolan
  • 1 sdt garam
Cara membuat:
  • Aduk sayap ayam dengan jeruk nipis, bawang putih dan garam hingga rata.
  • Diamkan selama 30 menit hingga bumbu meresap.
  • Goreng sayap ayam dalam minyak panas dan banyak hingga agak kecokelatan. Tiriskan.
Bumbu:
  • Tumis bawang bombay hingga wangi.
  • Masukkan merica, saus tiram, saus cabai dan garam, aduk hingga mendidih. Angkat.
  • Taruh sayap ayam goreng dalam wadah tahan panas.
  • Siram dengan Bumbunya.
  • Panggang dalam oven panas selama 20 menit.
  • Angkat dan sajikan hangat.
Source: DetikFood



silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Ayam Goreng Kalasan



Bahan:

  • 1 ekor ayam ukuran sedang
  • 500 cc air kelapa
  • 1/2 sdk teh soda kue
  • 5 siung bawang putih, dihaluskan
  • garam
  • minyak goreng
Cara memasak:
  • Bersihkan ayam kemudian belah menjadi 2
  • Campurkan air kelapa, soda kue, garam, bawang putih dan kemudian rebus bersama dengan ayam hingga airnya kering.
  • Tiriskan
  • Panaskan minyak goreng dan goreng ayam hingga kecoklatan.
Untuk sambal:
  • 100 gr cabe merah
  • 4 butir bawang merah
  • 1 bh tomat masak
  • 1 sdk teh garam
  • 1 sdk makan gula pasir
  • 6 sdk makan air kaldu
  • 5 sdk minyak goreng
Cara membuat:
  • Rebus cabe, bawang merah dan tomat sebentar, kemudian haluskan.
  • Tambahkan sedikit garam, gula, air kaldu da minyak
  • Masak diatas api sedang sampai minyaknya keluar.
  • Angkat dan hidangkan bersama dengan ayam yang telah digoreng tadi




silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Resep Ikan Asin Pedas







Bahan - bahan:
  • 250 gr ikan asin gabus, potong uk 2 cm x 2 cm
  • 2 bh cabe merah, iris tipis serong
  • 4 bh bawang merah, iris tipis
  • 1 bh jeruk nipis, airnya saja
  • 3 sdk makan minya goreng
Cara memasak:
  • Siram ikan asin gabus dengan air mendidih, biarkan hingga dingin, cuci dan tiriskan
  • Panaskan minyak yang cukup banyak di atas pengorengan dengan api sedang
  • Masukkan ikan asin tadi kemudian goreng hingga matang.
  • Angkat dan tiriskan.
  • Panaskan minyak sesuai resep, masukkan bawang merah dan tumis hingga harum
  • Tambahkan cabe merah, aduk rata, tumis hingga layu
  • Kecilkan api, lalu masukkan ikan asin yang sudah digoreng dan air jeruk nipis.
  • Aduk rata, angkat dan sajikan.








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Resep Cumi Gulung



Bahan:
  • 100 gr cumi ukuran kecil dan dikupas
  • 2 lembar nori
  • minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
  • saus sambal untuk penyajian
Bahan Pelapis Cumi:
  • 400 gr tahu putih, dihaluskan
  • 200 gr daging ikan kakap
  • 5 lbr daun bayam, rebus dan cincang halus
  • 2 btr telur
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 sendok makan kecap ikan
  • 1 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 cm jahe, diparut
Cara membuat:
Pelapis:

  • haluskan ikan dengan blender hingga halus
  • Campur dengan bahan pelapis lainnya
  • pukul pukul hingga kalis
  • Isikan ke dalam cumi sambil dipadatkan, sisihkan
Cumi:
  • Pipihkan sisa adonan pelapis cumi setebal 1 cm diatas plastik
  • bentangkan potongan nori. Tambahkan adonan pelapis cumi tipis saja.
  • Letakkan 2 buah cumi isi ditengahnya kemudian gulung
  • bungkus dengan plastik dan lapisi dengan lap bersih.
  • kukus 30 menit
  • setelah matang, goreng hingga kecoklatan.
  • potong-potong lalu sajikan dengan saus sambal.








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Jumat, 26 November 2010

9 Cara Mendapatkan Banyak komentar Di Fans Page Facebook

Hai teman Facebook,yang memiliki fans page atau halaman penggemar!

Memiliki banyak fans di halaman penggemar merupakan harapan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi si pemilik halaman .Apalagi ketika fans page tersebut sedang update status hampir selalu mendapatkan respon (komentar) yang banyak dari para penggemar.

Namun kenyataannya,mendapatkan banyak komentar untuk fans page perlu usaha dan strategy yang jitu,karena tidak jarang saya temui halaman penggemar yang memiliki puluhan ribu fans hanya mendapatkan sedikit respons dari penggemarnya baik dari jempol yang mereka berikan hingga komentar yang mereka tulis.Mengapa ini bisa terjadi???Hal ini diakibatkan karena kurang kreatifnya saat update status.

Untuk itu perlu cara kreatif agar banyak respons Di Fans Page Facebook,berikut 9 Cara Mendapatkan Banyak komentar Di Fans Page Facebook:

Ini adalah kunci sukses agar setiap update status banyak yang berkomentar,yaitu:
BERTANYA ,dengan bertanya mereka akan berpartisipasi untuk menjawab pertanyaan lebih dari sekedar jempol saja,tentunya buatlah pertanyaan yang mudah serta kreatif,bagaimana caranya???mau tahu???Lanjutkan membacanya !

1.Tanyakan pertanyaan yang spesifik sekaligus unik yang mana mereka berkomentar atas pertanyaan tersebut,Contoh:Apakah anda pernah buka Facebook ketika boker?(hehehe...ada-ada aja ya pertanyaannya).

2.Tanyakan pertanyaan ya atau tidak.Contoh: Apakah anda suka makan daging komodo?wooow....!

3.Tanyakan pertanyaan mengenai kegiatan.Contoh,Apakah anda sedang menyapu jalan raya atau sedang "mengutip"(mengambil) rambutan tetangga?

4.Bertanya mengenai benar atau salah,"Apakah benar anda jarang mandi ketika berangkat ke sekolah atau ke tempat kerja?

5.Tanyakan pertanyaan tentang photo,bagikan sebuah photo dengan mengunggahnya ke page anda.Studi kasus,"perhatikan 2 gambar berikut,yang manakah orang utan dan orang sungguhan di dalam photo ini"(xixixixi....)


6.Tanyakan pertanyaan yang menyenangkan,Contoh:Apa olahraga favorit anda?

7.Facebook menyediakan fitur baru yakni"Pertanyaan"yang membuat fitur ini mudah untuk menciptakan pemungutan suara di halaman,hal ini akan meningkatkan respons mereka untuk berkomentar.Jadi gunakan fitur pertanyaan ini untuk pemungutan suara mengenai sesuatu.

8.Menanyakan pertanyaan pilihan,"ketika kamu berada di sekolah atau perguruan tinggi,apakah kamu lebih suka pertanyaan esai atau pilihan ganda?

9.Ini adalah mungkin pertanyaan terbaik,yang mendapatkan respons paling banyak untuk di komentari,tanyakan kepada mereka mengenai "Kenangan atau kejadian apa yang tidak terlupakan sepanjang hidupmu?"Mungkin anda bisa memberi mereka pilihan jawaban dari pertanyaan anda seperti,"pengalaman saat jatuh cinta atau pengalaman saat mendapatkan pekerjaan pertama ".Anda bisa memberi mereka pilihan mengenai hal itu.

Dari 9 Cara Mendapatkan Banyak komentar Di Fans Page Facebook diatas ,manakah cara yang paling anda anggap terbaik dan paling kreatif untuk meningkatkan respons dari penggemar?Atau anda punya jawaban lain

 fb3
.Silahkan beri komentar anda dibawah ini.

Senin, 22 November 2010

manusia aneh hadir di kanio MALL batu raja sumsel


pemeran spektakuler GEBYAR MANUSIA LANGKA tapi nyata demikian judul pameran yg sangat unik dan amat langka ini.yang telah hadir di KANIO MALL BATURAJA yaitu di jalan jend AHMAD YANI NO 01 baturaja ,oku , sumatera selatan saat ini .
Penasaran apa yang di hadirkan ?
 Segeralah mengunjungi tontonan aneh tapi nyata yang di pusat kan di KANIO MALL di batu raja , sumatera selatan. Seperti yang di ungkan kan bambang sutejo manager pameran GEBYAR MANUSIA LANGKA aneh tapi nyata yang hadir di KANIO MALL selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 27 november sampai dengan 12 desember 2010yang di buka pada pukul 10.00 sampai dengan 21.00 WIB.
Tontonan ini bakal menghadirkan TOLE manusia bersisik ular ( yang setiap 41 hari berganti kulit ) ,ROSSY manusia gerandong berwajah sundel bolong, dan ada juga SEPTY manusi berwajah kera berbulu kuda yang kami hadir kan dari gorontalo. dan selain manusia manusi langka para pengunjung juga bisa meliahat satwa satwa langka yang unik dan ajaib ,diantaranya ada kambing berkepala dua , ular sanca kuning , dan kera putih yang bisannya bagi masyarakat jawa di kenal dengan nama hanoman  : begitu tuturnya .....
Dan untuk menyaksikan semua itu para pengunjung cukup di kenakan tiket  Rp 7.000 saja.
Anda sudah bisa menyaksikan dengan sepuas hati anda anda tanpa di batasi waktu ;" begitu tambahnya ketika di tanya penulis ( krisdiant )

Manusia Langka Gegerkan Ende

ENDE, TRIBUN -- Cerita sas sus tentang pria bersisik dan wanita berwajah monyet menggegerkan warga Kota Ende dan sekitarnya  sejak tiga hari  lalu.  Cerita itu bukan bualan. Manusia langka ini benar-benar ada di Kota  Ende.

Keduanya adalah Ari Wibawa alias Sitole (13), pria dengan tubuh penuh sisik mirip ular serta Septiani Abdulah (11), anak perempuan yang wajahnya mirip monyet. Sekujur tubuh Septiani mulai dari tengkuk ditumbuhi rambut.

Kedua anak manusia normal hadir di Gedung Baranuri-Ende sejak Sabtu (29/5/2010) malam. Mereka akan berada di Ende sampai dua minggu mendatang.

Sitole, demikian nama anak sulung buah kasih pasangan  Erman dan Nur Ali berasal dari Desa Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tanggerang, Banten. Tubuh Sitole  penuh sisik, mirip ular yang hendak berganti kulit. Dari telapak kaki sampai  kepala semuanya bersisik.  Setiap 41  hari  dia berganti kulit dan kejadianya telah berlangsung sejak dia dilahirkan. Adiknya bernama Aris yang kini berusia 8 tahun kondisinya normal.

Menurut Arfan Afandi, kakek Sitole  yang  mendampinginya  bersama pengurus Yayasan Gebyar Manusia Langka Jakarta, setiap 15 menit tubuh Sitole harus dibasahkan dengan air.  Bukan hanya  itu, setiap tiga jam tubuhnya harus diolesi dengan  lotion merek lacticer seharga  Rp 125.000/tube. Lotion ini hanya sekali pakai dan habis.

Jika tak  diolesi lotion, tubuh Sitole akan mengerut menyerupai patung. "Seperti mayat hidup, mirip orang yang tubuhnya terbakar. Mengeras, dia tak bisa bergerak seperti jadi kaku. Kalau dibiarkan terlalu lama, dia tak bisa bicara karena  kerutan di mulutnya menjadi sangat keras," kata Afandi kepada FloresStar di Gedung Baranuri, Senin (31/5/2010).

Jika  dibiarkan mengeras terlalu lama, mengerut dan tak diberi lotion, maka akan keluar darah dari tubuh Sitole. Sitole tak bisa bicara  dan bola matanya bisa tertarik ke luar. Bahkan bola mata sebelah kanan tidak  berfungsi sama sekali, sementara mata kiri harus diberi obat tetes mata  terus-menerus.

"Kalau  tidak, dia akan rasa perih sekali. Lama-lama bisa keluar, mata sebelah kanan rusak sama sekali, sampai sekarang karena tidak dikasi obat tetes mata ketika dia rasa perih," kata Afandi.
Pembawaan fisik  Sitole, nama baru yang diberikan Yayasan Gebyar Manusia Langka, kata Afandi, terjadi sejak lahir di kampung halamannya.

Melihat tubuhnya  yang bersisik tak seperti manusia normal pada umumnya, ayah dan ibunya membawanya ke RS Harapan Kita di Jakarta dan dirawat sebulan di sana. Dari RS Harapan Jakarta, Sitole dibawa orangtua dan sanak familinya ke seorang dokter di RSUD Tanggerang, Banten. Hasil pemeriksaan dokter merekomendasikan  sisik pada kulit   Sitole bukan penyakit, tetapi kelainan kulit. Dokter menyarankan supaya dioperasi, tetapi keluarga ini tak memiliki biaya yang cukup.

"Biayanya sangat mahal. Untuk beli lotion saja tidak cukup uang.   Ada sponsor yang bawa mereka keliling ke kota-kota cari dana supaya bisa beli lotion," kata Afandi yang selalu duduk mendampingi cucunya.

Wajah Monyet
Lain lagi cerita tentang  perempuan dengan wajah mirip monyet dan bulu di badan. Septiania Abdulah (11),  biasa disapa Septi,  beraktivitas seperti anak-anak normal. Putri kedua pasangan Yusuf Abdullah dan  Fatma Nusi ini asal  Dumbaya Wulan, Kabupaten Bone Bolango, Propinisi Gorontalo. Kini dia duduk di bangku kelas III SD Inpres Dumbaya Wulan.

"Dia main  dengan anak-anak normal pada umumnya. Yang membedakan hanya wajahnya, terutama  mulut dan hidungnya yang mirip monyet. Di tengkuk sampai ke pantat tumbuh rambut yang panjang," kata Fatma, ibunda Septi kepada FloresStar, kemarin.

Menurut Fatma,  ketika mengandung anak keduanya itu, dia tidak mengalami  kelainan apapun. Usia kehamilan sampai melahirkan normal saja. Genap sembilan bulan, Fatma melahirkan anak perempuan.

"Tak ada mimpi atau gejala yang aneh-aneh.  Tetapi waktu lahir, di belakang tengkuk sampai ke pantat tumbuh bulu-bulu yang panjang. Kami tak punya keturunan seperti ini,"  kata Fatma. Anak sulungnya, Aprianti yang kini berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas I SMK,  kondisi tubuhnya normal. Adiknya Remki  (5) yang dibawanya ke Ende bersama Septi juga normal seperti anak-anak yang lain.
Sumber : Pos-kupang.com

Manusia Langka Cerewet Jadi Tontonan


Manusia Langka Cerewet Jadi TontonanEnde: Manusia langka yang memiliki wajah mirip monyet, Septiani Abdulah (11), ternyata punya pembawaan unik. Dia sangat cerewet dan punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu.

"Dia ceweret sekali dan sikap ingin tahunya tinggi. Bertanya terus. Kalau dia belum puas dengan jawaban yang disampaikan, dia akan tanya lagi," tutur perempuan yang mengaku sebagai tantenya Septi kepada FloresStar di Gedung Baranuri Ende, Nusa Tenggara Timur.

Perempuan tamatan SMA di Kota Gorontalo dua tahun silam ini enggan menyebut identitasnya. Dia mewakili ibunda Septiani, Fatmanusi, untuk mendampingi Septi melakukan tour manusia langka yang diprakarsai Yayasan Gebyar Manusia Langka, Jakarta.

Sehari-hari, kata tantenya, Septi bergaul dan bermain dengan anak-anak seusianya di sekolah maupun di rumah. Meski bentuk tubuhnya berbeda, namun Septi yang kini duduk di kelas III SD Negeri Dumbayan mampu bergaul seperti biasa dengan semua teman-temannya.

"Dia kan sekolah di sekolah umum. Dia tidak merasa minder dengan anak-anak lain," katanya.

Pantauan FloresStar selama pertunjukkan di Gedung Baranuri, Selasa (1/6/2010) siang, Septi terlihat selalu memeluk bantal berwarna merah muda yang bergambar boneka. Gerakan kaki dan tangannya agak aneh. Entah karena sikap bawaanya atau sekadar menarik pengunjung.

Ketika pengunjung melihatnya dari jarak dekat, Septi tak sungkan memperlihatkan bentuk wajahnya yang mirip monyet. Juga bulu dari tengkuk hingga ke pantat. Dia rela membuka baju di bagian belakang guna memperlihatkan bulu yang tumbuh lebat memenuhi tubuhnya. Hal ini membuat para pengunjung mengabadikannya dengan kamera digital atau handphone.

Demikian juga bentuk kaki dan tangan Septi yang berbeda dari anak-anak yang tumbuh normal. Kulit tubuhnya kuning, kaki dan tangan kecil dan ada guratan-guratan.

Perbedaan paling mencolok adalah wajahnya. Septi memiliki bentuk mulut yang lebar mirip mulut monyet, dan hidungnya juga besar dengan lubang yang terlihat agak lebar. Bentuk bola matanya terlihat bundar panjang. Hal yang sama terlihat pada alias matanya yang lebih besar dibanding bentuk mulut dan hidung.

Nada bicaranya pun berbeda dengan anak-anak yang normal. Ucapan huruf-huruf vokal dan konsonan tidak jelas terdengar. Saat diajak ngobrol, Septi bercerita tentang aktivitasnya di sekolah, luar sekolah dan pengalaman tour bersama pengurus Yayasan Gebyar Manusia Langka Jakarta.

"Kalau ke sekolah, saya pakai jilbab. Anak-anak yang lain juga pake jilbab. Kami main sama-sama, main apa saja. Saya tahu baca dan tulis," tutur Septi polos.

dikutip dari : zonaindo.com

Minggu, 14 November 2010

MELIHAT AURA DIRI


Ini ada sedikit "cara" agar kita bisa melihat aura diri atau orang lain dan juga berfungsi untuk menajamkan mata bathin serta kekuatan pikiran. ( Lintas Agama )
Caranya :


Siapkan sebatang lilin, lalu nyalakan diruangan gelap ( dalam kamar asal jgn dikamar mandi bro :p )
Posisi lilin sejajar dgn mata. ( Duduk bersila ).
Awal "latihan"...tarik nafas sambil baca doa memohon kpd Yang Kuasa 3X...kemudian tahan nafas lalu keluarkan perlahan. ( Metode pernafasan piramida ).
Konsentrasi penuh dan slalu memohon pada Yang KUasa. Tataplah nyala lilin tsb yang berwarna biru (ditengah / ujung sumbu lilin ). Tatap terus dan jangan berkedip semaksimalnya. Untuk Tahap Awal lakukanlah selama 30 menit. Diusahakan mata jangan sampai berkedip. Perlahan dan pasti anda akan melihat perubahan warna dililin tsb. Lakukan terus menerus. Dan diakhiri dgn doa memohon kepda Yang Kuasa sambil tangan dibasuh kewajah sebanyak 3 kali.
Ingat konsentrasi dan keyakinan penuh. Bila anda sudah berhasil melihat minimal 5 warna dari 7 warna yang ada, mudah2an anda sudah bisa melihat aura sendiri atau org laen.





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

PUASA ALA KEJAWEN



Puasa dan tapa adalah dua hal yang sangat penting bagi peningkatan spiritual seseorang. Disemua ajaran agama biasanya disebutkan tentang puasa ini dengan berbagai versi yang berbeda. Menurut sudut pandang spiritual metafisik, puasa mempunyai efek yang sangat baik dan besar terhadap tubuh dan fikiran. Puasa dengan cara supranatural mengubah sistem molekul tubuh fisik dan eterik dan menaikkan vibrasi/getarannya sehingga membuat tubuh lebih sensitif terhadap energi/kekuatan supranatural sekaligus mencoba membangkitkan kemampuan indera keenam seseorang.

Apabila seseorang telah terbiasa melakukan puasa, getaran tubuh fisik dan eteriknya akan meningkat sehingga seluruh racun,energi negatif dan makhluk eterik negatif yang ada didalam tubuhnya akan keluar dan tubuhnya akan menjadi bersih. Setelah tubuhnya bersih maka roh-roh suci pun akan datang padanya dan menyatu dengan dirinya membantu kehidupan nya dalam segala hal.


Didalam peradaban/tradisi pendalaman spiritual ala kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dengan hitungan hari tertentu (biasanya berkaitan dengan kalender jawa). Hal tersebut dilakukan untuk menaikkan kekuatan dan kemampuan spiritual metafisik mereka dan untuk memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib mereka yang biasa disebut SADULUR PAPAT KALIMA PANCER.

Apapun nama dan pelaksanaan puasa, bila puasa dilakukan dengan niat yang tulus, maka tak mungkin akan membuat manusia yang melakoninya celaka. Bahkan medis mampu membuktikan betapa puasa memberikan efek yang baik bagi tubuh, terutama untuk mengistirahatkan oragan-oragan pencernaan.

Intinya adalah ketika seseorang berpuasa dengan ikhlas, maka orang tersebut akan terbersihkan tubuh fisik dan eteriknya dari segala macam kotoran. Ada suatu konsep spiritual yang berbunyi “matikanlah dirimu sebelum engkau mati”, arti dari konsep tersebut kurang lebih kalau kita sering ‘menyiksa’ tubuh maka jiwa kita akan menjadi kuat. Karena yang hidup adalah jiwa, raga akan musnah suatu saat nanti. Itulah sedikit konsep spiritual jawa yang banyak dikenal.

Para penghayat kejawen telah ‘menemukan’ metode-metode untuk membangkitkan spirit kita agar kita menjadi manusia yang kuat jiwanya dan luas alam pemikirannya, salah satunya yaitu dengan menemukan puasa-puasa dengan tradisi kejawen. Atas dasar konsep ‘antal maut qoblal maut’ diatas puasa-puasa ini ditemukan dan tidak lupa peran serta para ghaib, arwah leluhur serta roh-roh suci yang membantu membimbing mereka dalam peningkatan spiritualnya.

Macam-macam puasa ala Kejawen :

1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air puih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti allah.”

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.

3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahaya-pun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”.

5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa diatas Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik. Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi yang dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa Kungkum adalah sebagai berikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembar-pun dengan posisi bersila (duduk)
didalam air dengan kedalaman air se tinggi leher.
b) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah sungai
c) Menghadap melawan arus air
d) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak
lumpur didasar sungai
e) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang boleh dari jam 10 keatas) dan
dilakukan lebih dari tiga jam (walau ada juga yang memperbolehkan pengikutnya
kungkum hanya 15 menit).
g) Tidak boleh tertidur selama Kungkum
h) Tidak boleh banyak bergerak
i) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
j) Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
k) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada
l) Nafas teratur
m) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya

16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang jiwa insun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.”

Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena itu disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang. Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan dahaga. Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung karang ini berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanykan harus ditebus/dimahari dengan puasa. Selain itu syarat atau cara mengamalkannyapun sangat mudah, yaitu :
1. Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan diri dari segala macam kekotor
2. Menjaga hawa nafsu.
3. Baca mantra lambung karang ini sebanyak 7 kali setelah shalat wajib 5 waktu, yaitu :
Bismillahirrahamanirrahim
Cempla cempli gedhene
Wetengku saciplukan bajang
Gorokanku sak dami aking
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu amangan wareg
Ngungakna mekkah madinah
Wareg tanpa mangan
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu angombe
Ngungakna segara kidul
Wareg tanpa angombe
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah

Selain melakoni puasa-puasa diatas masyarakat kejawen juga melakukan puasa-puasa yang diajarkan oleh agama islam, seperti puasa ramadhan, senin kamis, puasa 3 hari pada saat bulan purnama, puasa Nabi Daud AS dll. Inti dari semua lakon mereka tujuannya hanya satu yaitu mendekatkan diri dengan Allah SWT agar diterima iman serta islam mereka





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

SANGKAN PARANING DUMADI


Dalam hidup ini, manusia senantiasa diingatkan untuk memahami filosofi Kejawen yang
berbunyi "Sangkan Paraning Dumadi". Apa sebenarnya Sangkan Paraning Dumadi? Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Padahal, jika kita belajar tentang Sangkan Paraning Dumadi, maka kita akan mengetahuikemana tujuan kita setelah hidup kita berada di akhir hayat.


Manusia sering diajari filosofi Sangkan Paraning Dumadi itu ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya masyarakat Indonesia lebih suka menghabiskan waktu hari raya Idul Fitri dengan mudik. Nah, mudik itulah yang menjadi pemahaman filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Ketika mudik, kita dituntut untuk memahami dari mana dulu kita berasal, dan akan kemanakah hidup kita ini nantinya.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak tembang dhandanggula warisan para leluhur yang sampai detik ini masih terus dikumandangkan.


Kawruhana sejatining urip/
(ketahuilah sejatinya hidup)
urip ana jroning alam donya/
(hidup di dalam alam dunia)
bebasane mampir ngombe/
(ibarat perumpamaan mampir minum)
umpama manuk mabur/
(ibarat burung terbang)
lunga saka kurungan neki/
(pergi dari kurungannya)
pundi pencokan benjang/
(dimana hinggapnya besok)
awja kongsi kaleru/
(jangan sampai keliru)
umpama lunga sesanja/
(umpama orang pergi bertandang)
njan-sinanjan ora wurung bakal mulih/
(saling bertandang, yang pasti bakal pulang)
mulih mula mulanya
(pulang ke asal mulanya)

Kemanakah kita bakal 'pulang'?
Kemanakah setelah kita 'mampir ngombe' di dunia ini?
Dimana tempat hinggap kita andai melesat terbang dari 'kurungan' (badan jasmani) dunia ini?
Kemanakah aku hendak pulang setelah aku pergi bertandang ke dunia ini?
Itu adalah suatu pertanyaan besar yang sering hinggap di benak orang-orang yang mencari ilmu sejati.

Yang jelas, beberapa pertanyaan itu menunjukkan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang
langgeng. Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita menyimak tembang dari Syech Siti Jenar yang digubah oleh Raden Panji Natara dan digubah lagi oleh Bratakesawa yang bunyinya seperti ini:

"Kowe padha kuwalik panemumu, angira donya iki ngalame wong urip,
akerat kuwi ngalame wong mati; mulane kowe pada kanthil-kumanthil marang
kahanan ing donya, sarta suthik aninggal donya."
("Terbalik pendapatmu, mengira dunia ini alamnya orang hidup, akherat itu alamnya orang mati. Makanya kamu sangat lekat dengan kehidupan dunia, dan tidak mau meninggalkan alam dunia")

Pertanyaan yang muncul dari tembang Syech Siti Jenar adalah:
Kalau dunia ini bukan alamnya orang hidup, lalu alamnya siapa?

Syech Siti Jenar menambahkan penjelasannya:
"Sanyatane, donya iki ngalame wong mati, iya ing kene iki anane swarga lan naraka, tegese, bungah lan susah. Sawise kita ninggal donya iki, kita bali urip langgeng, ora ana bedane antarane ratu karo kere, wali karo bajingan." (Kenyataannya, dunia ini alamnya orang mati, iya di dunia ini adanya surga dan neraka, artinya senang dan susah. Setelah kita meninggalkan alam dunia ini, kita kembali hidup langgeng, tidak ada bedanya antara yang berpangkat ratu dan orang miskin, wali ataupun bajingan")

Dari pendapat Syech Siti Jenar itu kita bisa belajar, bahwa hidup di dunia ini yang serba berubah seperti roda (kadang berada di bawah, kadang berada di atas), besok mendapat kesenangan, lusa memperoleh kesusahan, dan itu bukanlah merupakan hidup yang sejati ataupun langgeng.

Wejangan beberapa leluhur mengatakan:
"Urip sing sejati yaiku urip sing tan keno pati". (hidup yang sejati itu adalah hidup yang tidak bisa terkena kematian). Ya, kita semua bakal hidup sejati. Tetapi permasalahan yang muncul adalah, siapkah kita menghadapi hidup yang
sejati jika kita senantiasa berpegang teguh pada kehidupan di dunia yang serba fana?

Ajaran para leluhur juga menjelaskan:
"Tangeh lamun siro bisa ngerti sampurnaning pati,
yen siro ora ngerti sampurnaning urip."

(mustahil kamu bisa mengerti kematian yang sempurna,
jika kamu tidak mengerti hidup yang sempurna).

Oleh karena itu, kita wajib untuk menimba ilmu agar hidup kita menjadi sempurna dan mampu meninggalkan alam dunia ini menuju ke kematian yang sempurna pula.


silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Kasampurnan Ala Serat Pangracutan



Serat Kekiyasanning Pangracutan adalah salah satu buah karya sastra Sultan Agung Raja Mataram antara (1613-1645). Serat Kekiyasaning Pangracutan ini juga menjadi sumber penulisan Serat Wirid Hidayat Jati yang dikarang oleh R.Ng Ronggowarsito karena ada beberapa bab yang terdapat pada Serat kekiyasanning Pangrautan terdapat pula pada Serat Wirid Hidayat Jati. Pada manuskrip huruf Jawa Serat kekiyasanning Pangracutan tersebut telah ditulis kembali pada tahun shaka 1857 / 1935 masehi.



ILMU KESAMPURNAAN

Ini adalah keterangan Serat tentang Pangracutan yang telah disusun Baginda Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma Panatagama di Mataram atas perkenan beliau membicarakan dan temu nalar dalam hal ilmu yang sangat rahasia, untuk mendapatkan kepastian dan kejelasan dengan harapan dengan para ahli ilmu kasampurnaan.


Adapun mereka yang diundang dalam temu nalar itu oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma Panatagama adalah:
1. Panembahan Purbaya
2. Panembahan Juminah
3. Panembahan Ratu Pekik di Surabaya
4. Panembahan Juru Kithing
5. Pangeran Kadilangu
6. Pangeran Kudus
7. Pangeran Tembayat
8. Pangeran Kajuran
9. Pangeran Wangga
10. Kyai Pengulu Ahmad Kategan

1. Berbagai Kejadian Pada Jenazah
Adapun yang menjadi pembicaraan, beliau menanyakan apa yang telah terjadi setelah manusia itu meninggal dunia, ternyata mengalami bermacam-macam kejadian pada jenazahnya.

1) Ada yang langsung membusuk
2) Ada pula yang jenazahnya utuh
3) Ada yang tidak berbentuk lagi, hilang bentuk jenazah
4) Ada pula yang meleleh menjadi cair
5) Ada yang menjadi mustika (permata)
6) Istimewanya ada yang menjadi hantu
7) Bahkan ada yang menjelma menjadi hewan

Masih banyak pula kejadiannya. Lalu bagaimana hal itu dapat terjadi dan apa yang menjadi penyebabnya? Adapun menurut para pakar setelah mereka bersepakat disimpulkan suatu pendapat sebagai berikut : Sepakat dengan pendapat Sultan Agung bahwa manusia itu setelah meninggal keadaan jenazahnya berbeda-beda itu adalah merupakan suatu tanda karena ada kelainan atau salah kejadian (ketidak-wajaran). Pada waktu masih hidup berbuat dosa, setelah menjadi mayat pun akan mengalami sesuatu masuk ke dalam alam penasaran. Karena pada waktu pada saat memasuki proses sakaratul maut, hatinya menjadi ragu, takut, kurang kuat tekadnya, tidak dapat memusatkan pikiran untuk menghadapi maut. Maka ada berbagai bab dalam mempelajari ilmu ma’rifat, seperti berikut ini:

1. Pada waktu masih hidupnya, siapapun yang senang tenggelam dalam hal kekayaan dan kemewahan, tidak mengenal tapa brata, setelah mencapai akhir hayatnya jenazahnya akan menjadi busuk dan kemudian menjadi tanah liat. Sukmanya melayang gentayangan dan dapat diumpamakan bagaikan rama-rama tanpa mata sebaliknya. Namun bila pada saat hidupnya gemar mensucikan diri lahir maupun batin, hal tersebut tidak akan terjadi.

2. Pada waktu masih hidup bagi mereka yang kuat pusaka (gemar mengkoleksi pusaka) tanpa mengenal batas waktunya, bila tiba saat kematiannya maka mayatnya akan teronggok menjadi batu dan membuat tanah perkuburannya itu menjadi sanggar. Adapun rohnya akan menjadi danyang semoro bumi. Walaupun begitu, bila semasa hidupnya mempunyai sifat nrima atau sabar artinya makan tidur tidak bermewah-mewah cukup seadanya dengan perasaan tulus lahir batin kemungkinan tidaklah mengalami kejadian seperti di atas.

3. Pada masa hidupnya seseorang yang menjalani lampah (lelaku) tidak tidur tanpa ada batas waktu tertentu (begadang), pada umumnya disaat kematiannya kelak maka jenazahnya akan keluar dari liang lahatnya karena terkena pengaruh dari berbagai hantu yang menakutkan. Adapun sukmanya menitis pada hewan. Namun bila pada masa hidupnya disertai sifat rela, bila meninggal tidak akan keliru jalannya.

4. Siapapun yang tidak bisa mencegah nafsu syahwat atau hubungan seks tanpa mengenal waktu, pada saat kematiannya kelak jenazahnya akan lenyap melayang masuk ke dalam alamnya jin, setan, dan roh halus lainnya. Sukmanya sering menjelma menjadi semacam benalu atau menempel pada orang seperti menjadi gondoruwo dan sebagainya yang masih senang mengganggu wanita. walaupun begitu bila mada masa hidupnya disertakan sifat jujur tidak berbuat mesum, tidak berzinah, bermain seks dengan wanita yang bukan haknya, semuanya itu tidak akan terjadi.

5. Pada waktu masih hidup selalu sabar dan tawakal dapat menahan hawa nafsu berani dalam lampah (lelaku) dan menjalani mati dalamnya hidup (sering bertafakur/semedi), misalnya mengharapkan janganlah sampai berbudi rendah, dengan tutur kata sopan, sabar dan sederhana, semuanya tidak belebihan dan haruslah tahu tempat situasi dan kondisinya, yang demikian itu pada umumnya bila tiba akhir hayatnya maka keadaan jenazahnya akan mendapatkan kemuliaan sempurna dalam keadaannya yang hakiki. Kembali menyatu dengan zat yang Maha Agung, yang dapat menghukum dapat menciptakan apa saja ada bila menghendaki datang menurut kemauannya. Apalagi bila disertakan sifat welas asih, akan abadilah menyatunya Kawulo Gusti. Oleh karenanya bagi orang yang ingin mempelajari ilmu ma’arifat haruslah dapat menjalani: Iman, Tauhid dan Ma’rifat.

2. Berbagai Jenis Kematian

Ketika itu Baginda Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma merasa senang atas segala pembicaraan dan pendapat yang telah disampaikan tadi. Kemudian beliau melanjutkan pembicaraan lagi tentang berbagai jenis kematian yakni

- Mati Kisas
- Mati kias
- Mati sahid
- Mati salih
- Mati tewas
- Mati apes

- Mati Kisas, adalah jenis kematian karena hukuman mati. Akibat dari perbuatan
orang itu karena membunuh, kemudian dijatuhi hukuman karena keputusan
pengadilan atas wewenang raja atau pemerintah.
- Mati Kias, adalah jenis kematian yang diakibatkan suatu perbuatan misalnya:
nafas atau mati melahirkan.
- Mati Syahid, adalah suatu jenis kematian karena gugur dalam perang, dibajak,
dirampok, disamun.
- Mati Salih, adalah suatu jenis kematian karena kelaparan, bunuh diri karena
mendapat aib atau sangat bersedih.
- Mati Tiwas, adalah suatu jenis kematian karena tenggelam, disambar petir, tertimpa
pohon, jatuh memanjat pohon, dan sebagainya.
- Mati Apes, adalah suatu kematian karena ambah-ambahan, epidemi karena santet atau
tenung dari orang lain. Yang demikian itu benar-benar tidak dapat sampai pada
kematian yang sempurna atau kesedan jati bahkan dekat sekali pada
alam penasaran.

Bertanya Sultan Agung: “Sebab-sebab kematian yang mengakibatkan kejadiannya itu apakah tidak ada perbedaannya antara yang berilmu dengan yang bodoh? Andaikan yang menerima akibat dari kematian seorang pakar ilmu mistik, mengapa tidak dapat mencabut seketika itu juga?”

Dijawab oleh yang menghadap : “Yang begitu itu mungkin disebabkan karena terkejut menghadapi hal-hal yang tiba-tiba. Maka tidak teringat lagi dengan ilmu yang diyakininya dalam batin yang dirasakan hanyalah penderitaan dan rasa sakit saja. Andaikan dia mengingat keyakinan ilmunya, mungkin akan kacau dalam melaksanakannya tetapi kalau selalu ingat petunjuk-petunjuk dari gurunya maka kemungkinan besar dapat mencabut seketika itu juga.

Setelah mendengar jawaban itu Sultan Agung merasa masih kurang puas dan bertanya, sebelum seseorang terkena bencana apakah tidak ada suatu firasat dalam batin dan pikiran, kok tidak terasa kalau hanya begitu saja beliau kurang sependapat oleh karenanya beliau mengharapkan untuk dimusyawarahkan sampai tuntas dan mendapatkan suatu pendapat yang lebih masuk akal.

Kyai Ahmad Katengan menghaturkan sembah: “Sabda paduka adalah benar, karena sebenarnya semua itu masih belum tentu, hanyalah Kangjeng Susuhunan Kalijogo sendiri yang dapat melaksanakan ngracut jasad seketika, tidak ada yang dapat menyamainya."

3. Wedaran Angracut Jasad

Adapun Pangracutan Jasad yang dipergunakan Kangjeng Susuhunan Kalijogo, penjelasannya telah diwasiatkan pada anak cucu seperti ini caranya:
“Badan jasmaniku telah suci, kubawa dalam keadaan nyata, tidak diakibatkan kematian, dapat mulai sempurna hidup abadi selamanya, di dunia aku hidup, sampai di alam nyata (akherat) aku juga hidup, dari kodrat iradatku, jadi apa yang kuciptakan, yang kuinginkan ada, dan datang yang kukehendaki”.

4. Wedaran Menghancurkan Jasad

Adapun pesan beliau Kangjeng Susuhunan di Kalijogo sebagai berikut : “Siapapun yang menginginkan dapat menghancurkan tubuh seketika atau terjadinya mukjizat seperti para Nabi, mendatangkan keramat seperti para Wali, mendatangkan ma’unah seperti para Mukmin Khas, dengan cara menjalani tapa brata seperti pesan dari Kangjeng Susuhunan di Ampel Denta adalah
- Menahan Hawa Nafsu, selama seribu hari siang dan malamnya sekalian.
- Menahan syahwat (seks), selama seratus hari siang dan malam
- Tidak berbicara, artinya membisu, dalam empat puluh hari siang dan malam
- Puasa padam api (patigeni), tujuh hari tujuh malam
- Jaga, (tidak tidur) lamanya tiga hari tiga malam
- Mati raga, tidak bergerak lamanya sehari semalam.

Adapun pembagian waktunya dalam lampah seribu hari seribu malam caranya :

1. Manahan hawa nafsu, bila telah mendapat 900 hari lalu teruskan dengan
2. Menahan syahwat, bila telah mencapai 60 hari, lalu dirangkap juga dengan
3. Membisu tanpa berpuasa selama 40 hari, lalu lanjutkan dengan
4. Puasa pati selama 7 hari tujuh malam, lalu dilanjutkan dengan
5. Jaga, selama tiga hari tiga malam, lanjutkan dengan
6. Pati raga selama sehari semalam.

Adapun caranya Pati Raga tangan bersidakep kaki membujur dan menutup sembilan lobang tubuh (babagan howo songo), tidak bergerak-gerak, menahan tidak berdehem, batuk, tidak meludah, tidak berak, tidak kencing selama sehari semalam tersebut. Yang bergerak tinggallah kedipnya mata, tarikan nafas, anapas, tanapas, nupus, artinya tinggal keluar masuknya nafas, yang tenang jangan sampai bersengal-sengal campur baur.

Perlunya Pati Raga

Baginda Sultan Agung bertanya : “Apakah manfaatnya Pati Raga itu ?”
Kyai Penghulu Ahmad Kategan menjawab : “Adapun perlunya pati raga itu, sebagai sarana melatih kenyataan, supaya dapat mengetahui pisah dan kumpulnya Kawula Gusti, bagi para pakar ilmu kebatinan pada jaman kuno dulu dinamakan Meraga Sukma, artinya berbadan sukma, oleh karenanya dapat mendakatkan yang jauh, apa yang dicipta jadi, mengadakan apapun yang dikehendaki, mendatangkan sekehendaknya, semuanya itu dapat dijadikan suatu sarana pada awal akhir. Bila dipergunakan ketika masih hidup di Dunia ada manfaatnya, begitu juga dipergunakan kelak bila telah sampai pada sakaratul maut."




silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Istana GUSTI ALLAH di Tubuh Anak Adam



Dalam tubuh setiap manusia itu terdapat istana-istana GUSTI ALLAH. Kita harus memahami keberadaan istana-istana tersebut agar kita menjadi manungso sejati (manusia yang sejati). Dimana sajakah istana-istana dari GUSTI ALLAH yang terdapat dalam tubuh kita?

Istana dari GUSTI ALLAH itu ada di tiga lokasi dalam tubuh kita. Ketiga lokasi tersebut adalah:





1. Lokasi Pertama di Baitul Makmur
Penjelasannya adalah sebagai berikut: AKU mengatur singgasana dalam Baitul Makmur. Itulah tempat kesenangan-KU. Tempatnya ada di kepala anak Adam. Dalam kepala anak Adam terdapat dimak yaitu otak. Diantara dimak/otak itu terdapat manik. Di dalam manik itu terdapat premana atau pranawa. Di dalam pranawa terdapat sukma. Dalam sukma ada rahsa. Dalam rahsa ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU.

2. Lokasi Kedua di Baitul Muharram
Penjelasannya adalah sebagai berikut: AKU menata singgasana dalam Baitul Muharram. Itulah tempat Kesukaan-KU. Tempatnya ada di dada anak Adam. Dalam dada itu ada hati, yang berada diantara hati itu ada jantung. Dalam jantung ada budi. Dalam Budi ada jinem. Dalam Jinem ada sukma. Dalam sukma ada Rahsa. Dalam Rahsa ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU.

3. Lokasi Ketiga di Baitul Mukadas
Penjelasannya adalah sebagai berikut: AKU mengatur singgasana dalam Baitul Mukadas. Itulah tempat yang AKU sucikan dan berada pada kemaluan Anak Adam. Dalam kemaluan laki-laki itu ada pelir. Dalam pelir ada nutfah yakni mani, dalam mani ada madi. Dalam madi ada manikem. Dalam manikem terdapat rahsa. Dalam rahsa itu ada AKU. Tidak ada GUSTI ALLAH, selain AKU.

Dengan memahami keberadaan istana-istana itu, setidaknya kita bisa lebih meningkatkan tapa brata dan lelaku guna bisa lebih mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH.




silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Membedakan Suara Hati


Manusia terlahir ke alam dunia ini dibekali dengan 'hati'. Hati yang dimaksud disini bukanlah hati yang sesungguhnya, melainkan abstrak. Di hati inilah kita sering merasakan sakit, sedih, gembira maupun senang. Semuanya bisa dirasakan dalam hati. Tapi hati yang ada di setiap umat manusia itu bisa berbicara dan bercakap-cakap dengan diri kita sendiri. Untuk bisa memahami suara hati tersebut perlu kiranya kita mengetahui ciri-ciri suara hati (hati nurani) yang merupakan suara GUSTI ALLAH lewat GURU Sejati.



Hati manusia itu terbagi menjadi dua yaitu:
- hati besar
- hati kecil

HATI BESAR
bisa bersuara dan mengatakan sesuatu kepada kita, tetapi suara-suara itu selalu berkata bohong. Contohnya, ketika kita sering semedi ataupun shalat, hati besar kadang-kala mengatakan,"Ibadahmu luar biasa! Tidak ada orang yang semedi-nya ataupun shalatnya seperti kamu". Bahkan kadangkala hati besar juga menyuruh untuk menipu, mencuri, emosi dan memaki-maki orang, membunuh dan lain-lain.

Sering kita mendengar berita ada seseorang yang mendengar suara untuk membunuh anak maupun istrinya agar kesulitan ekonomi yang melilit segera dapat teratasi. Tragisnya, suara itu malah dianggap sebagai wangsit atau suara ghaib dari GUSTI ALLAH. Hal itu jelas keliru. Karena hati besar senantiasa berkata bohong dan menghasut. Siapa penguasa hati besar? Setan dan Iblis, itulah yang menguasai hati besar kita.

Di Al Qur'an disebutkan bahwa Iblis dan setan itu diberi kesempatan oleh GUSTI ALLAH untuk menggoda iman manusia hingga terjerumus ke tempat yang nista. Di tempat itulah kita tinggal menyesali diri. Contohnya, ketika kita sudah melakukan pembunuhan gara-gara mengikuti perkataan hati besar, maka setan dan iblis pun akan tertawa terbahak-bahak penuh sukacita. Sementara kita, tinggal menyesali diri di balik terali besi.

HATI KECIL
Sementara hati kecil juga bisa bersuara dan mengatakan sesuatu kepada kita. Dan suara-suara yang muncul selalu berkata jujur dan tidak pernah bohong. Hati kecil juga biasa disebut-sebut sebagai hati nurani. Di hati nurani tiap manusia inilah GUSTI ALLAH lewat GURU Sejati bersemayam. Ketika berbuat salah, hati kecil senantiasa menegur apa yang telah kita lakukan.

Lewat hati kecil inilah, manusia tahu apa yang bakal terjadi pada dirinya. Lho, darimana kok bisa tahu apa yang bakal terjadi? Ya tentu saja dari GUSTI ALLAH yang menginformasikan pada GURU Sejati dan meneruskan pada kita. Ambil contoh, pernahkah Anda naik motor? Ketika menaiki motor tersebut Anda merasakan bahwa motor yang Anda tumpangi akan bocor. Suara di hati Anda begitu kuatnya mengatakan bahwa ban motor akan bocor, sehingga ban motor tersebut akhirnya bocor sungguhan.

Suara hati kecil inilah yang seharusnya kita dengar. Tetapi kadangkala hati besar senantiasa mengganggu kita untuk berbincang-bincang dengan hati kecil. Bahkan sering hati besar menyaru-nyaru dengan berkata lebih bijaksana sehingga kita pun percaya bahwa suara yang kita dengar itu adalah dari hati kecil.

Untuk bisa melatih agar lebih mendengar suara hati kecil tersebut, hendaknya kita sering berdiam diri dulu, merenung, sebelum mengambil keputusan tentang apa yang akan kita lakukan. Ketika berdiam diri dan merenung itulah akan muncul suara baik dari hati besar maupun hati kecil yang sangat bertolak belakang. Nah, dari suara dan tutur katanya itulah kita bisa mengetahui cara suara itu diucapkan maupun bahasanya untuk membedakan antara hati kecil maupun hati besar.

Oleh karena itu, sangatlah hebat sabda dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa Jihad (perang) yang besar adalah jihad melawan hawa nafsu. Sedangkan hawa nafsu itu tempatnya ada di hati besar yang juga tempatnya iblis dan setan bersemayam. Jika sudah bisa mengalahkan hati besar tersebut, maka kita akan lebih mudah untuk mendengarkan hati kecil dan selalu dapat berkomunikasi dengan GUSTI ALLAH.





silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Belajar Ilmu dari Alam



Disadari ataupun tidak, GUSTI ALLAH senantiasa memberikan banyak gambaran pada manusia lewat ciptaanNYA. Tetapi kebanyakan manusia ‘tidak berpikir’ sehingga keberadaan alam ciptaanNYA ini kelihatan biasa-biasa saja.



GUSTI ALLAH menjelaskan lewat kitab suci Al Qur’an yang intinya: “Berjalan-jalanlah kamu dimuka bumi. Maka kamu akan melihat kekuasaanKU”. Artinya, kita harus cerdas dan cermat dalam mengamati keberadaan alam semesta itu. Dengan begitu, kita akan bisa merasa dekat dengan GUSTI ALLAH.

Sebenarnya, sangat mudah untuk menikmati keindahan alam. Orang bisa meluangkan waktu dengan bertamasya, wisata ke pegunungan, pantai dan lain-lain. Dalam hal menikmati alam, pandangan antara anak kecil dan orangtua (sudah berumur) akan berbeda. Coba sesekali perhatikan anak kecil yang tengah berjalan-jalan dan tiba-tiba mereka melihat sungai yang airnya mengalir deras. Pasti, tanpa pikir panjang ia akan kepingin untuk mandi di kali itu.

Tapi berbeda dengan orangtua dalam menikmati alam. Para orangtua itu cenderung tidak melihat keindahan dari sungai itu. Yang indah bagi orangtua ataupun orang yang sudah dewasa adalah duit. Kemanapun mata memandang, yang dipikirkan hanyalah duit dan dunia. Padahal yang dilihat indah itu adalah fana dan bakal berubah. Itulah perbedaan antara anak kecil dan orang tua/dewasa dalam memandang keindahan alam.

Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari alam. Kita bisa belajar tentang ilmu kesabaran, ilmu kesetiaan, ilmu kepasrahan, ilmu diam dan banyak ilmu lainnya. Lho kok bisa? Jelas sekali. Lihatlah buktinya.

Belajar Kesabaran
Kalau hendak belajar ilmu kesabaran, maka kita hendaknya belajar pada Bumi yang kita injak setiap harinya ini. Bayangkan, bumi ini tidak pernah mengeluh meskipun diinjak-injak ratusan juta manusia. Bumi juga tidak pernah tersinggung meskipun diludahi, dikencingi bahkan menjadi tempat buangan kotoran manusia. Ia akan dengan sabar menerima semuanya. Kesabaran apalagi yang bisa mengalahkan bumi ciptaan GUSTI ALLAH itu? Tapi kalau manusia berbuat semena-mena terhadap bumi, maka Sang PENCIPTA akan marah dan bumi bakal menggulung dan menimbulkan malapetaka bagi manusia itu sendiri. Contohnya, tanah longsor dan lainnya.

Belajar Kesetiaan
Jika hendak belajar ilmu kesetiaan, tidak ada salahnya kita belajar pada matahari. Belajar dalam hal ini bukan berarti menyembah matahari. Tidak! Tetapi kita cukup melihat, merasakan dan mencontoh kesetiaan matahari yang juga ciptaan GUSTI ALLAH. Matahari adalah tempat belajar ilmu kesetiaan karena ia dengan setia senantiasa hadir dari Timur dan terbenam di Barat setiap hari.
Matahari tidak pernah ingkar janji untuk tidak terbit. Ada orang yang guyon dengan mengatakan, lha kalau mendung bagaimana? Meski mendung, matahari tetap bersinar meski tertutup mendung. Bukankah ia terus setia?

Belajar Kepasrahan dan Nerimo (Ikhlas)
Jika Anda ingin belajar ilmu kepasrahan dan nerimo (ikhlas), maka tidak ada salahnya belajar pada laut. Laut yang diciptakan GUSTI ALLAH adalah tempat mengalirnya beribu-ribu sungai di dunia ini. Kotoran apapun yang dilemparkan manusia lewat sungai, pasti akan mengalir ke laut. Dan laut akan pasrah menerima barang-barang buangan itu. Ia tidak pernah mengeluh sedikitpun.
Laut juga akan ikhlas menerima semua air, kotoran atau benda-benda apapun yang mengalir lewat sungai. Keikhlasan yang ditunjukkan oleh laut adalah keikhlasan “Lillahi Ta’ala” (semuanya karena ALLAH).

Belajar Ilmu dari Tumbuhan
Kita juga harus belajar dari tumbuhan. Apa alasannya? Alasannya jelas, karena tumbuhan sejak dari bibit ia hidup, ia cenderung diam. Tapi tahu-tahu lama kelamaan tumbuhan itu menjadi besar dan memberi manfaat bagi si penanamnya. Bayangkan, sebuah tumbuhan saja tahu cara menghargai dan berterimakasih pada orang yang merawatnya. Sedangkan kita manusia ini yang disebut makhluk mulia oleh GUSTI ALLAH, malah tidak bisa menghargai dan berterimakasih pada GUSTI ALLAH yang telah merawat kita. Apa layak kita disebut sebagai manusia Rahmatan Lil-alamin (manusia yang menjadi rahmat bagi alam semesta)?

Kalau kita menghormati alam, berarti kita juga mensyukuri apa yang telah dianugerahkan GUSTI ALLAH. Bukan malah kita memperTUHAN alam.








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Nyalakan "Lampu" Hati



Hidup ini diciptakan oleh GUSTI ALLAH berpasang-pasangan. Ada siang-malam, lelaki-perempuan, orangtua-anak-anak, besar-kecil, tua-muda, baik-buruk, bahagia-sedih dan lain-lain. Semuanya itu merupakan pasang-pasangan yang sudah ditetapkan oleh GUSTI ALLAH. Jikalau hidup kita sedang mengalami kebahagiaan, janganlah lantas kita
bangga. Pasalnya, dibalik kebahagiaan itu pasti ada kesedihan. Tidak mungkin hidup seseorang di dunia ini bahagia selamanya karena kita semua hidup di alam fana (tidak abadi).


Demikian juga ketika kita sedang dilanda kesulitan hidup, janganlah berputus-asa. Karena dibalik kesulitan hidup itu pasti ada kemudahan. Sering kita mendengar orang bijak yang mengatakan,"Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya". Bahkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri lewat hadistnya pernah mengungkapkan beberapa hal penting. Apa itu?

1. Ingatlah sehat-mu sebelum sakit
2. Ingatlah muda sebelum tua
3. Ingatlah kaya sebelum miskin
4. Ingatlah lapang sebelum sempit
5. Ingatlah hidup sebelum mati

Hidup bahagia itu bisa dicapai jika hati kita terlepas dari gundah gulana, tidak ada kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan untuk menghadapi hidup ini. Dengan hati yang tenang, maka segala persoalan hidup akan bisa diatasi karena hati yang tenang akan membuat pikiran kita lebih jernih dalam memandang segala persoalan yang ada dalam hidup ini.

Bagi masyarakat Kejawen, untuk membuat hati menjadi tenang, maka langkah utama yang harus dilakukan adalah menyalakan "lampu" dalam hati kita yang gelap. Dengan begitu, maka hati kita menjadi terang benderang. Bagaimana untuk mendapatkan hati yang terang benderang? Orang Jawa yang berpaham Kejawen memiliki kiat tersendiri. Kiat itu adalah dengan jalan bertapa.

Kata-kata bertapa yang dikenal oleh masyarakat Kejawen bukan berarti menyendiri di hutan ataupun di gunung, tetapi bisa saja bertapa itu dilakukan di perkotaan ataupun tempat ramai. Contohnya, ada tapa ngrame, dimana si pelaku tapa tidak boleh masuk ke dalam rumah atau tempat-tempat yang dinaungi atap untuk beberapa hari dan harus selalu mencari keramaian. Tentu saja hal itu dilakukan semata-mata untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH.

Tapa Lelono

Salah satu cara bertapa yang dilakukan oleh masyarakat Kejawen adalah tapa lelono. Apa itu tapa lelono? Tapa lelono adalah bertapa dengan cara berjalan kaki. Lelaku jalan kaki tersebut lebih afdhal-nya dilakukan dari jam 12 malam sampai jam 3/subuh. Hakekat dari cara lelaku ini adalah untuk mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH. Lho kok bisa mendekatkan diri dengan jalan kaki? Jika cara berjalan kaki itu hendaknya diniatkan untuk mencari "lampu" hati sehingga bisa dengan mudah mendekatkan diri pada GUSTI ALLAH

Pada saat berjalan kaki itu, kita berbicara sendiri dengan diri kita. Dan pada saat berjalan tersebut dipergunakan sebagai waktu untuk introspeksi diri. Jadi berjalan kaki yang kita lakukan tidak sia-sia. Insyaallah dengan cara itu, kita akan menemukan siapa jati diri kita.






silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Sampurnaning Urip, Sampurnaning Pati


Sajatine ora ana apa-apa, awit duk maksih awang-uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhihin iku Ingsun, ora ana Pangeran anging Ingsun sajatining kang urip luwih suci, anartani warna, aran, lan pakartining-Sun (dzat, sipat, asma, afngal).



Bahasa Jawa di atas memiliki arti sebagai berikut: Sesungguhnya tidak ada apa-apa, sejak masih awang-uwung (suwung, alam hampa) belum ada suatu apapun, yang ada pertama kali adalah Ingsun, tidak ada Tuhan kecuali Aku (Ingsun) sejatinya hidup yang lebih suci, mewakili pancaran dzat, sifat, asma dan afngal-Ku (Ingsun).

Kalau menilik dari kata-kata tersebut, maka kita akan bisa mawas diri tentang keberadaan kita sebagai manusia. Kita ini siapa, darimana dan nantinya bakal ke mana. Ketika terlahir ke alam dunia, manusia masih berbentuk bayi dan tidak membawa satu lembar kain pun. Saat menjadi bayi itu, kita yang semula tidak perlu disuapi ketika masih berada di dalam perut ibu, sudah mulai diperkenalkan dengan kejamnya dunia. Dimana kita harus menangis meronta-ronta untuk bisa mendapatkan makanan dengan cara disuapi ibu.

Namun ketika kita menginjak pada masa kanak-kanak, tidak ada hal-hal terindah yang menghiasi kehidupan ini selain bermain dan bermain bersama teman-teman sebaya. Bahkan ketika melihat sungai, kali ataupun empang yang ada di sekitar rumah kita, maka kita yang masih kanak-kanak ketika itu melihat keindahan yang luar biasa. Kita melihat anugerah GUSTI ALLAH yang Maha Besar lewat alam semesta yang diciptakan. Maka, jangan heran ketika kita melihat gunung, pantai dan lainnya, pandangan kanak-kanak kita akan mengagumi keindahan alam Sang Pencipta itu.

Waktu pun beranjak dan terus berlalu. Akhirnya masa kanak-kanak kita berganti dengan masa remaja. Di masa remaja inilah kita sudah mulai menerima unsur-unsur positif dan negatif dari lingkungan. Tragisnya, di masa ini kita masih belum bisa memilah-milah mana yang benar dan mana yang salah. Semuanya ditelan mentah-mentah. Di masa inilah pembentukkan jiwa terjadi. Kalau yang dominan unsur negatif, maka seseorang di masa depannya akan diwarnai dengan perilaku yang negatif. Tetapi kalau unsur positif yang banyak masuk, maka kehidupan orang tersebut di masa depan akan menjadi lebih terang dan terarah.

Ketika kita mulai menginjak masa dewasa dan sudah memutuskan untuk menikah, maka keindahan alam semesta ciptaan GUSTI ALLAH yang ketika masa kanak-kanak kita saksikan, akhirnya musnah. Yang ada adalah berganti dengan pandangan duit, duit dan duit. Kita disibukkan untuk mencari harta dunia. Semua yang kita lakukan semata-mata adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Harta dunia itulah yang mulai menghalang-halangi pandangan kita terhadap keberadaan GUSTI ALLAH.

Buktinya, walaupun kita shalat, meditasi, tafakur ataupun semedi, kadangkala yang tampak di depan kita hanyalah persoalan-persoalan yang berkutat pada duit. Pertanyaan besar yang muncul, DULU KITA INI SIAPA, PUNYA APA DAN SEKARANG KITA PUNYA APA?

Jawabannya mudah, dulu kita ini bayi, kanak-kanak, remaja tidak punya apa-apa. Tetapi ketika dewasa dan berumahtangga, kita "DITITIPI" oleh GUSTI ALLAH dengan anak, istri dan harta benda. Tragisnya, kita malah bangga dengan harta benda yang kita peroleh. "Kekayaan ini adalah hasil kerja kerasku selama ini," ujar kita meski dalam hati.

Tidak, sekali-kali tidak. Harta benda, anak, istri dan apapun yang kita miliki di dunia ini bukanlah milik kita. Itu sekedar "TITIPAN" Sang Kuasa. Kalau Anda merasa memiliki semuanya, mampukah Anda menghalang-halangi bahaya kebakaran yang akan melumat habis harta benda Anda? Mampukah kita menghalang-halangi nyawa anak kita yang akan dipanggil oleh GUSTI ALLAH? Bahkan kita sendiri tidak mampu menolak ketika nyawa kita hendak dicabut dari jasmani ini oleh Tuhan.

SEMUA MILIK GUSTI ALLAH

Pada bait di atas disebutkan kata-kata dzat, sipat, asma, afngal.

ZAT: Semua di dunia ini yang memiliki zat, itu milik GUSTI ALLAH. Coba Anda cari adakah di dunia ini yang sifatnya bukan zat?

SIFAT: Semua makhluk ataupun benda yang memiliki sifat-sifat adalah milik GUSTI ALLAH.

ASMA: Asma adalah berarti nama. Semua benda yang ada di dunia ini yang memiliki nama, adalah milik GUSTI ALLAH. Coba Anda cari makhluk ataupun benda di dunia ini yang tidak memiliki nama. Selama memiliki nama, itu kepunyaan GUSTI ALLAH.

AFNGAL: Rasa. Semua makhluk ataupun benda di dunia ini yang memiliki rasa, maka adalah milik GUSTI ALLAH.

Kembali ke pertanyaan dasar: Lalu kita ini punya apa? Jelas, tidak punya apa-apa. Ketika mati pun kita tidak akan membawa sepeser pun uang. Masihkah kita merasa sebagai makhluk yang adigang-adigung-adiguno? Jelas tidak. Kita harus pandai-pandai mepes hawa nafsu agar kita bisa kembali sebagai satria sejati. Satria sejati adalah manusia yang bisa menemukan sampurnaning urip lan sampurnaning pati (sempurnanya hidup, dan sempurnanya mati).








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Mencari SANG MAHA GHAIB


- "GUSTI ALLAH, Panjenengan panggenanipun dhateng pundi?
+ "AKU ono ning teleging ati"
- "GUSTI ALLAH. Kulo sampun nyusul Panjenengan dumugi dhateng teleging ati. Panjenengan
kok mboten wonten. Panjenengan dhateng pundi?
+ "Kowe ora bakal biso nggoleki AKU. AKU ono ning teleging urip. Kowe bisa ketemu kelawan
AKU yen wis titi mongsone"



Terjemahan:
- "GUSTI ALLAH, dimanakah ENGKAU?
+ "AKU ada di dasar hati (hati sanubari)"
- "GUSTI ALLAH. Saya sudah menyusul ENGKAU di dasar hati. ENGKAU kok tidak ada. Dimanakah
ENGKAU?
+ "Kamu tidak bakal bisa mencari AKU. AKU ada di dasar hidup. Kamu bisa ketemu AKU jika
sudah saatnya"

Gambaran dialog di atas menggambarkan betapa sulit dan berlikunya untuk bisa bertemu dengan Sang Hyang Urip atau GUSTI ALLAH. Kita tidak akan bisa bertemu, apalagi bersatu dengan GUSTI ALLAH jika belum saatnya. Namun, dari dialog itu kita bisa tahu bahwa ALLAH itu dekat. Seperti yang dijelaskan GUSTI ALLAH sendiri dalam Al'Quran "AKU tidak jauh dari urat lehermu sendiri."

Namun orang Jawa memiliki falsafah tersendiri agar tidak putus asa untuk bisa bertemu Sang Khalik. Falsafah tersebut berbunyi,"Sopo sing temen bakal tinemu." Yang artinya, "Siapa yang benar-benar mencari, bakal menemukannya". Falsafah tersebut sangat besar artinya bagi para pendaki spiritual. Setidaknya, kita pasti bisa bertemu dengan GUSTI ALLAH di alam kematian saat kita hidup di dunia ini.

Lho hidup di dunia ini kok disebut alam kematian? Karena orang hidup di dunia itu hakekatnya adalah mati, dan orang yang sudah mati itu hakekatnya hidup. Alasannya, kita hidup di dunia ini selalu diperalat oleh kulit, daging, perut, otak dan lain-lainnya. Oleh karena itu, saat kita hidup di dunia ini pasti membutuhkan makanan untuk kita makan. Sarana untuk bisa mendapatkan makanan adalah dengan bekerja mencari duit.

Nah, kita makan itu sebetulnya hanyalah untuk menunda kematian. Lantaran diperalat oleh indera, kulit, daging, perut, otak dan lainnya, maka kita ini disebut mati. Tetapi ketika seseorang itu mati, badan yang bersifat jasad ini ditinggalkan. Yang hidup hanyalah ruh. Ruh tidak pernah butuh makan, tidur, apalagi butuh duit. Ruh itu hanya butuh bertemu dengan si Pemilik Ruh.

Di bagian lain pada blog ini pernah dijelaskan perihal "belajarlah mati sebelum kematian itu datang". Artinya, ketika kita hidup di dunia ini hendaklah kita belajar mematikan hawa nafsu dan membersihkan segala hal yang bersifat mengotori hati. Tujuannya semata-mata hanya untuk bertemu dengan GUSTI ALLAH.

Mengapa kita mesti belajar mati? Belajar mati sangatlah penting. Agar nanti ketika kita mati tidak salah arah dan salah langkah. Lho...bukankah orang mati itu ibarat tidur menunggu pengadilan dari Hyang Maha Agung? Oh...tidak. Orang mati itu justru memulai kembali perjalanan menuju ke Hyang Maha Kuasa. Orang Jawa mengatakan dalam kata-kata bijaksananya,"Urip iku ibarat wong mampir ngombe (Hidup itu seperti orang yang mampir minum)". Kalau diibaratkan secara detil, orang hidup di dunia ini sebenarnya mirip seorang musafir yang berjalan, lalu kelelahan, istirahat dan minum di bawah pohon. Ketika rasa letih dan lelah itu sudah sirna, si musafir itupun harus kembali melanjutkan perjalanannya. Kemana? Tentu saja ke tempat tujuannya.

GUSTI ALLAH itu dekat, jika sang musafir senantiasa mengingat-ingat tentang GUSTI ALLAH. Tetapi sebaliknya, GUSTI ALLAH itu jauh ketika sang musafir tersebut lebih banyak berpikir tentang hal-hal lain yang bersifat duniawi selain GUSTI ALLAH.

Pertanyaannya, Bagaimana untuk bisa bertemu dengan ALLAH? Ibarat kita hendak bertemu sang kekasih hati, gambaran wajah sang kekasih hati sudah terlukis dalam benak kita meski lama tak bertemu dan di lokasi yang jauh. "Jauh di mata, dekat di hati". Oleh karena itu, pertama, GUSTI ALLAH harus selalu terlukis dalam benak kita. Artinya, kita harus senantiasa eling.

Kedua, GUSTI ALLAH itu bersifat Ghaib. "Mustahil bagi kita yang nyata ini bertemu dengan yang Ghaib," begitu kata orang rasional. Tapi pendapat itu tidak berlaku bagi para pendaki spiritual. Seseorang bisa bertemu dengan Sang GHAIB dengan menggunakan satu piranti khusus. Apakah itu? Piranti itu adalah mata batin. Sebab GUSTI ALLAH tidak bisa dipandang dengan mata telanjang.

Dari kedua cara tersebut, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kedua cara tersebut lebih mengandalkan pada piranti yang lebih halus lagi untuk bisa bertemu dengan GUSTI ALLAH yaitu dengan RASA. Jika RASA itu sudah terbiasa diasah, maka akan menjadi tajam seperti mata pedang. Cobalah untuk berlatih mengasah RASA dengan cara belajar mati.







silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Memahami Nyawa Shalat



Setiap yang hidup pasti mempunyai nyawa. Sesuatu tidak bisa dikatakan hidup jika tidak memiliki nyawa. Dalam Islam Kejawen juga diajarkan tentang nyawa, khususnya tentang doa. Pada sebuah doa, atau ketika melakukan shalat secara syariat, maka kita harus mengetahui nyawa sebuah shalat. Kalau kita tidak mengetahui nyawa sebuah shalat, maka tidak akan bisa mengetahui "ruh" dari shalat itu. Intinya, jika kita tidak mengetahui nyawa dan "ruh" shalat yang kita lakukan, maka shalat kita hanya sekedar gugur kewajiban semata.


"Tangeh lamun sira bisa ketemu GUSTI ALLAH, yen sira ora bisa mangerteni hakekate shalat," begitu pesan dari sesepuh kita dulu. Shalat itu menurut Islam Kejawen adalah senantiasa eling dan menyembah pada GUSTI ALLAH. Seperti sudah dijelaskan pada tulisan terdahulu bahwa ada 2 hakekat hidup di dunia yaitu
- Tansah eling lan manembah marang GUSTI ALLAH (shalat)
- Apik marang sak pada-padaning ngaurip (berbuat baik pada sesama makhluk)
Salah satu cara eling lan manembah marang GUSTI ALLAH itu jika dilakukan menurut syariat adalah dengan jalan melakukan shalat.

Banyak dari kita yang tidak tahu, dimanakah nyawa dalam sebuah shalat yang kita lakukan. Rata-rata orang yang beragama Islam hanya menjalankan shalat sebagai syarat saja. Artinya, sekedar gugur kewajiban. Padahal, jika mengetahui nyawa shalat itu sendiri, kita akan bisa berdialog dengan GUSTI ALLAH. Dimanakah nyawa syariat shalat yang dilakukan itu?

Jawabannya: nyawa shalat itu ada pada surat Al-Fatihah. Lho kok bisa? Ya sangat jelas sekali. Karena sebuah shalat yang kita lakukan tidak akan sah jika tidak membaca surat Al-Fatihah. Jadi, jika seseorang hanya mampu membaca surat Al-Fatihah saja, maka shalatnya sudah sah, tapi masih belum bisa berdialog dengan GUSTI ALLAH. Jadi, ketika shalat dan membaca surat Al-Fatihah, konsentrasi kita haruslah penuh untuk bisa berdialog dengan GUSTI ALLAH. Lain halnya dengan shalat dimana seseorang membaca surat Al-Fatihah dengan cepat, tentu saja tidak akan mampu untuk berdialog dengan GUSTI ALLAH.

Apa sih ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah itu? Tentu banyak dari kita yang sudah mengetahuinya. Surat Al-Fatihah tersebut antara lain berbunyi

Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
Ar Rahmaani rrahiim
Maaliki yaumid diin
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
Ihdinas shiraatal mustaqiim
Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim,
ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin


Terjemahannya
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Yang menguasai hari pembalasan/kiamat
Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami memohon pertolongan
Tunjukkanlah kami Jalan yang Lurus
Jalan yang penuh nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan jalan yang sesat.

Perhatikan dengan seksama, betapa hebat dan berbobotnya surat Al-Fatihah itu. Surat Al-Fatihah tersebut jika dibaca dengan konsentrasi pada GUSTI ALLAH akan sangat bermanfaat bagi yang membacanya, terserah apapun tujuannya. Tidak salah jika surat Al-Fatihah tersebut menjadi Ummul Kitab (surat pembuka Al'Quran).

Nyawa Surat Al-Fatihah

Seperti sudah disebutkan diatas bahwa tidak banyak orang yang tahu bahwa Al-Fatihah sebagai nyawa sebuah shalat, demikian juga tidak banyak orang yang tahu bahwa surat Al-Fatihah itu sendiri juga mempunyai nyawa di dalamnya. Jadi, bisa dikatakan nyawa sebuah shalat adalah Al-Fatihah, dan surat Al-Fatihah itu sendiri juga mempunyai nyawa ataupun "ruh".

Apa nyawa dari surat Al-Fatihah? Nyawa ataupun "ruh" dari surat Al-Fatihah itu adalah pada ayat yang berbunyi "Iyyaaka na’budu, wa iyyaaka nasta’iin". Mengapa ayat tersebut menjadi nyawa dari surat Al-Fatihah? Karena ayat tersebut merupakan perpisahan antara doa yang dipanjatkan pada GUSTI ALLAH dan doa untuk diri manusia itu sendiri yang menunjukkan kepasrahan kita sebagai makhluk.

Coba perhatikan surat Al-Fatihah beserta terjemahannya sekali lagi.

Bismillahirrahmaanirrahiim
(Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih & Penyayang) (Doa untuk ALLAH)
Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta) (Doa untuk ALLAH)
Ar Rahmaani rrahiim
(Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang) (Doa Untuk ALLah)
Maaliki yaumid diin
(Yang Menguasai hari pembalasan/kiamat) (Doa untuk ALLAH)
Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
(Hanya padaMU Kami Menyembah,dan hanya padaMU kami memohon pertolongan)(Doa Kepasrahan kita)
Ihdinas shiraatal mustaqiim
(Tunjukkanlah kami jalan yang lurus)(Doa untuk si manusia)
Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim,
(Jalan yang penuh nikmat)(Doa untuk si manusia)
ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin
(Bukan jalan orang yang Engkau Murkai dan bukan jalan yang sesat)(Doa untuk si manusia)

Nah, perhatikan doa tersebut. Dimanakah perpisahan antara doa untuk Allah dan doa untuk kepentingan si manusia itu sendiri? Perpisahan tersebut adalah pada "Iyyaaka na’budu, wa iyyaaka nasta’iin" yang menunjukkan bahwa manusia itu tidak mempunyai kekuatan apapun dan pasrah pada kuasa dari GUSTI ALLAH. Jadi, berkonsentrasilah ketika membaca perpisahan antara doa untuk ALLAH dan doa untuk kepentingan si manusia karena hal itu menunjukkan kepasrahan kita pada GUSTI KANG MURBEHING DUMADI.








silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More