Senin, 28 Februari 2011

Dinosaurus Terkecil Pernah Hidup di Amerika Utara

Di antara reptil raksasa yang hidup di zaman purba, ternyata terdapat dinosaurus yang hanya seukuran ayam. Mungkin inilah dinosaurus terkecil yang pernah hidup di Amerika Utara jutaan tahun silam.




Spesies dinosaurus yang diberi nama Albertonykus borealis tersebut merupakan anggota kelompok dinosaurus yang disebut Alvarezsaurus. Kelompok satwa purba itu pernah mendiami pula kawasan Asia dan Amerika Selatan.

Tingginya hanya 70 centimeter dan merupakan kelompok Alvarezsaurus paling kecil yang pernah ditemukan. Keberadaannya diketahui dari lusinan fosil tulang lengan dan kaki yang ditemuakn di Alberta Kanada sejak tahun 2002. Namun, hasil analisisnya baru dirampungkan tahun ini dan diketahui bahwa usianya 70 juta tahun.


"Mereka benar-benar hewan yang aneh," ujar Nick Longrich, paleontolog dari Universitas Calgary Kanada yang bersama timnya melaporkan penemuan tersebut dalam jurnal Cretaceous Research edisi terbaru. Betapa tidak, hewan tersebut memiliki moncong yang kuat seperti penjepit, kaki ramping seperti burung, ekor panjang dan kaku, serta lengan pendek seperti T-rex.

Meski lengannya pendek, fungsinya mungkin tetap penting. Di ujung tangannya terdapat dua buah jari dan sebuah ibu jari yang panjang dan melengkung seperti cakar.

Para peneliti meduga dinosaurus tersebut memangsa serangga kecil. Hal ini terlihat dari gigi-giginya yang kecil. Ibu jarinya yang kuat dan tajam mungkin dipakai mengorek lubang pohon untuk mencari semut atau rayap.

source: http://hotnewsjust4u.blogspot.com/2010/11/dinosaurus-terkecil-seukuran-ayam.html

Minggu, 27 Februari 2011

ditemukan embrio dinosaurus ter tua di dunia


Sejumlah ahli paleontologi, atau disebut pula dengan ahli fosil, baru-baru ini mengidentifikasi embrio dinosaurus tertua di dunia. Hal itu dipaparkan di Journal of Vertebrate Paleontology.

Embrio yang jumlahnya lebih dari satu itu, ditemukan dalam telurnya dan masih terawat dengan baik. Diperkirakan usianya sesuai dengan jaman di mana dinosaurus masih berkeliaran, sekitar 190 juta tahun yang lampau.

Peneliti mengatakan, sampai saat ini, embrio tersebut adalah embrio tertua untuk vertebrata darat. Lalu, dinosaurus jenis apa yang memiliki embrio tertua itu?

Massospondylus, salah satu leluhur raksasa dari kelompok prosauropod, dinosaurus pemakan tumbuh-tumbuhan. Cukup mudah mengenali Sauropoda. Ia mempunyai empat kaki, berleher dan berekor panjang.

Profesor Robert Reisz dari University of Toronto Mississauga bersama beberapa rekannya adalah sang penemu embrio. Mereka menemukannya saat tengah menganalisis fosil telur yang ditemukan di Afrika Selatan. Ketika itu, Asisten Reisz, Diane Scott, langsung mengamatinya dengan mikroskop berkemampuan tinggi yang dikompilasi dengan ilustrasi.

“Saya yakin tidak ada orang lain yang melakukan pekerjaan ini sebelumnya,” kata Reisz. Embrio yang ditemukan timnya masih terjaga baik dan memiliki rekonstruksi kerangka secara lengkap beserta anatominya secara rinci.

Dari temuan tersebut, embrio Massospandylus diketahui memiliki panjang nyaris delapan inci, berkaki empat, leher relatif panjang, besar kepalanya tak proporsional. Sebaliknya, fosil Massospandylus dewasa mempunyai panjang 16,5 kaki, kepalanya relatif kecil, berleher panjang, kemungkinan berjalan hanya dengan dua kakinya.

Dengan temuan ini, dapat disimpulkan sementara bahwa ketika embrio tersebut dewasa, leher dan tulang belakangnya tumbuh sangat cepat dibandingkan tungkai depan dan kepala mereka.

“Proyek ini membuka jendela baru tentang sejarah awal dan evolusi dinosaurus,” ujar Reisz. “Prosauropod adalah dinosaurus pertama yang memiliki keanekaragaman secara luas. Mereka juga menjadi kelompok yang mudah tersebar, sehingga biologi mereka sangat menarik untuk diteliti karena mewakili awal kehidupan dinosaurus di jaman purba,” kata tandasnya.

source: http://blog.indojunkers.com/2010/11/ditemukan-embrio-dinosaurus-tertua-di-dunia/

Jumat, 25 Februari 2011

Piramida Giza Bukan Dibangun Oleh Para Budak

Para arkeolog Mesir menemukan sebuah makam baru milik para pekerja yang membangun piramida besar Giza. Penemuan makam ini sekaligus membantah sejarah yang selama ini mencatat bahwa piramida Giza dibangun oleh para budak.


Ribuan orang yang membangun piramida raksasa ini ternyata makan daging secara teratur, bekerja dengan sistem shift dan diberikan kehormatan untuk dimakamkan di makam batu bata lumpur di piramida raksasa Giza.
http://heritage-key.com/HKimages/013/egypt_workmen.jpg
Hal ini mengindikasikan bahwa para pekerja pembangun piramida raksasa Giza bukan dibangun oleh para budak seperti yang selama ini tercatat dala sejarah dunia.

Kuburan dari para pekerja piramida ini pertama kali ditemukan di daerah ini pada 1990, oleh kepala arkeolog Mesir, Dr. Zahi Hawass. Dari apa yang ditemukan disana menunjukkan bahwa para pekerja merupakan buruh upah dan bukan budak sama sekali.
http://news.xinhuanet.com/english/2010-01/11/xin_40201071120131712882146.jpg
http://www.drhawass.com/sites/drhawass.com/files/u3424/JW_workmens2.jpg
Hawass menambahkan dalam pernyataannya bahwa kuburan yang dibangun di samping makam raja (piramida Giza) adalah bukti bahwa para pekerja diberi kehormatan atas jasa-jasa mereka.

Hawass juga menambahkan bahwa bukti lain yang menunjukkan bahwa mereka bukan budak adalah sekitar 10.000 buruh yang bekerja di piramida, diberi makan 21 sapi dan 23 domba yang dikirimkan kepada mereka setiap hari dari peternakan di bagian utara dan selatan Mesir.
http://www.drhawass.com/sites/drhawass.com/files/u3424/JW_workmens4.jpg

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/01/10/article-0-07D016CF000005DC-1_634x351.jpg
Selain itu, para pekerja juga bekerja dengan sistem shift setiap 3 bulan. Dan mereka yang meninggal dalam masa pembangunan konstruksi piramida Giza diberikan kehormatan untuk dimakamkan di makam yang terletak dekat dengan piramida Giza.

Uniknya lagi, lokasi makam ini terungkap ketika seekor kuda yang tersandung oleh struktur bata lumpur yang jaraknya sepuluh meter dari pekuburan yang terletak di selatan dinding Piramida Giza.

source:  http://www.apakabardunia.com/post/arkeologi/ternyata-piramida-giza-bukan-dibangun-oleh-para-budak

Senin, 21 Februari 2011

Pesawat Terbang Bukti Kemajuan Peradaban Inca Kuno

Selama ini, berbagai artifak-artifak misterius telah ditemukan di berbagai belahan dunia dengan bentuk dan fungsi yang masih diperdebatkan. Salah satunya adalah artifak yang diduga berbentuk mirip pesawat yang ditemukan di Mesir, yaitu Saqqara Bird.

Meskipun telah diteliti dan secara desain Saqqara bird tidak mampu untuk terbang jauh, namun desainnya yang mengacu kepada desain pesawat modern telah menimbulkan berbagai spekulasi mengenai asal usul artifak ini.
Lalu,apakah artifak serupa hanya ditemukan pada peradaban Mesir kuno? Ternyata tidak, peradaban Prekolombia yang pernah eksis ribuan tahun yang lalu ini juga memiliki artifak dengan bentuk serupa.

Entah apa yang terjadi pada masa lampau sehingga berbagai artifak misterius ditemukan dengan fungsi yang tidak jelas, dan salah satunya adalah artifak ini.

Sebuah artifak berupa perhiasan emas ditemukan di sebuah tempat di wilayah Amerika Tengah dan Selatan, sayang tidak ada keterangan pasti dimana lokasinya. Artifak tersebut terbuat dari emas, dan diperkirakan telah berumur lebih dari 1000 tahun, karena peneliti tidak dapat memastikan kapan artifak tersebut dibuat.

Pada tahun 1954, Pemerintah Kolombia mengirimkan koleksi artifak emasnya kepada sejumlah museum di Amerika Serikat. Selama berada di Amerika, seorang pengusaha berlian terkaya di wilayah itu ingin membuat replikanya dan mencoba untuk mengungkap misteri yang tersembunyi dalam setiap artifak tersebut.

Salah satu artifak tersebut kemudian dikirimkan kepada seorang zoologist bernama Ivan T. Anderson untuk diteliti. Ketika melihat desain benda tersebut, Ivan teringat akan bentuk pesawat terbang, kemudian ia meminta pendapat dari seorang ahli aerodinamis pesawat terbang asal Aeronautical Institute of New York, Dr. Arthur Poyslee.

Dari hasil investigasinya, memang benda tersebut memiliki kemiripan dengan desain pesawat terbang modern, dan bentuk sayapnya tidak mirip dengan hewan manapun di dunia, namun belum dapat dipastikan apakah artifak tersebut menggambarkan desain pesawat terbang masa lampau, karena masih membutuhkan penelitian yang lebih jauh lagi.


Artifak yang berukuran kurang lebih 2 inchi tersebut diperkirakan berasal dari peradaban Sinu, Chimu, atau Mochica, yaitu peradaban Inca kuno yang eksis pada tahun 500 samapi 800 sebelum masehi.

Kembali pada desain benda ini, menurut Dr. Arthur, jika artifak ini adalah merepresentasikan hewan, maka penempatan bagian sayap dalam benda ini salah karena pusat gravitasinya tidak akan sesuai sehingga tidak memungkinkan untuk terbang.

Sebaliknya, konfigurasi sayap depan dan belakangnya sangat ideal untuk mesin jet berkecepatan tinggi seperti desain pesawat Concorde! meski hanya berupa gambaran saja. 

Apakah peradaban masa lampau sudah memikirkan aspek aerodinamis segala, sampai-sampai pesawat concorde pun menggunakan desain serupa?



http://3.bp.blogspot.com/_3-87czu76rw/TMoeIKiOkHI/AAAAAAAACbo/MNx7uiYprbY/s1600/images.jpeg

Jika kita perhatikan, memang sekilas artifak tersebut berbentuk mirip dengan sejenis hewan, walaupun ekornya aneh. Para arkeolog menyebut artifak ini sebagai zoomorphic objects, yaitu benda yang berbentuk seperti hewan.

Tetapi, jika memang bentuknya mirip hewan, lalu, hewan apakah itu? Jika dilihat dari bentuk kepala, tubuh, serta bagian yang mirip dengan sayap, mungkin benda ini bentuknya mirip dengan sejenis ikan terbang, namun dengan bentuk ekor yang berbeda.

Bentuk ekornya memang sangat mirip dengan bentuk ekor pesawat terbang modern, coba bandingkan bentuk ekor benda ini dengan ekor pesawat terbang. Walaupun kelihatannya memaksa, tetapi pada bagian ekornya, juga terdapat tailplane yang biasanya terdapat pada pesawat modern.






Sementara itu, para peneliti yang lain masih sibuk dengan cara kerja dan aspek aerodinamis pada artifak ini. Mereka berpendapat jika benar artifak ini adalah sebuah rancangan pesawat terbang, maka benda ini tidak akan bisa terbang karena desainnya yang tidak memungkinkan.

Namun, mereka menemukan sesuatu dalam artifak ini. Pada bagian kepala dan tubuhnya, terdapat celah misterius yang belum diketahui fungsinya. Beberapa peneliti berpendapat jika celah tersebut adalah mekanisme dari banda ini agar bisa terbang, dan inilah mekanisme yang mereka maksud.


Anggaplah jika para peneliti itu benar, dengan mekanisme seperti itu, apakah benda ini bisa terbang?

Enam artifak serupa juga dipajang di Chicago Field Museum of Natural History. Sedangkan, dua artifak lain disimpan di Smithsonian Museum of Natural History dan Museum of Primitive Art in New York City.

Artifak yang tersimpan dalam Museum Chicago dikatakan memiliki desain yang lebih detail dibandingkan dengan artifak yang lain.



Sementara itu, Ivan sangat yakin jika artifak-artifak tersebut adalah bukti nyata tentang kemajuan peradaban modern. Seperti yang ia katakan,
“The concrete evidence that the ancients knew of flight was forced upon us only a few years ago. Now we have to explain it. And when we do we will have to rearrange a great many of our concepts of ancient history.”
Terlihat ia sangat yakin jika artifak tersebut adalah bukti bahwa desain pesawat terbang modern telah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu.

Tetapi, tentu saja banyak yang meragukan statement Ivan itu. Mereka yang tidak setuju dengan pendapat Ivan, mengatakan jika mereka (Ivan cs.) terlalu cepat menyimpulkn bahwa artifak tersebut adalah desain pesawat terbang modern tanpa dilakukan penelitian lebih lanjut.

Teori tanpa pembuktian memang tidak lebih dari "omong kosong" belaka. Berbeda dengan Saqqara Bird yang telah diteliti dan sampai dibuat replikanya oleh ahli desain glider bernama Martin Greorie, Artifak Inca yang tidak bernama ini belum juga dibuktikan kebenarannya jika memang benda tersebut adalah sebuah pesawat terbang kuno.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan jika artifak tersebut tidak lebih dari sebuah perhiasan masa lampau jika dilihat dari sisi artistiknya. Coba deh perhatikan dengan seksama, pasti kita akan melihat ukiran-ukiran pada bagian sayap, kepala,dan ekor benda ini. 

sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/12/golden-jets-bukti-teknologi-pesawat.html

Sabtu, 19 Februari 2011

jembatan berbahaya di dunia

Jembatan Gantung di atas sungai di Pailon del Diablo, Ekuador


FAIZABAD, AFGHANISTAN
Wanita Afghan mendapat di atas seutas tali menyeret jembatan untuk menyeberangi sungai di Faizabad, 320 km timur laut Kabul, Afghanistan

Di Atas Sungai Nu, CHINA
Seorang pria mendorong skuter-nya di jembatan gantung sambil menyilang Sungai Nu, juga dikenal sebagai Sungai Salween, beberapa 60km selatan ke barat daya Gongshan propinsi Yunnan di Cina.
Sungai Nu terakhir Asia bebas mengalir sungai internasional dan rumah bagi 7.000 spesies tanaman dan 80 hewan langka atau hampir punah dan ikan


Sarawak, Kalimantan
Jembatan gantung Yang sangat sempit 8km dari Kuala Litut ke Mulu, Sarawak, Kalimantan

NEPAL, ASIA
Yak berjalan melalui jembatan gantung di namche Bazaar di Nepal


VANCOUVER, CANADA
Orang-orang berjalan di Suspensi Capilano Jembatan di North Vancouver, yang melintasi Sungai Capilano

KOSTA RIKA


Ketchikan, Alaska
Petualangan Canopy Alaska panduan Jessica Eastwood memimpin kelompok di dekat

GUNUNG MAT Cincang, Malaysia
Langit Langkawi jembatan yang terletak di Gunung Mat Cincang dan seperti yang melengkung pemandangan yang tersedia dari hutan hujan dan laut.

Jembatan Gantung di Trift Glacier, Switzerland

Jembatan gantung adalah panjang 170 meter dan 100 meter di atas danau. Ini adalah jembatan gantung terpanjang untuk pejalan kaki di Pegunungan Alpen.

Taman Nasional Kakum Canopy Walkway




Jembatan Gantung Arenal, Costa Rica


Letaknya tiga kilometer berjalan kaki menembus hutan hujan Costa Rica. Ada enam jembatan suspensi, yang terbesar panjangnya hampir 100 meter dengan tingginya 45 meter di atas tanah.

Jembatan Gantung di Drake Bay, Costa Rica



Jembatan Gantung di Bohol, Filipina




Kambadaga, Sebuah Desa dekat Pita



Jumat, 18 Februari 2011

Fossil Bangau Raksasa Pemakan Manusia di Flores

Pulau Flores, Nusa Tenggara makin memantapkan posisinya sebagai ‘gudangnya’ mahluk-mahluk aneh. Ada Komodo, gajah kerdil, tikus raksasa, bahkan manusia hobbit, Homo Floresiensis, yang ukurannya mini, lebih kecil dari manusia normal. Baru-baru ini satu hewan unik kembali ditemukan di Flores. Para ilmuwan dari Museum Nasional Sejarah Akam Smithsonian, Washington DC dan Museum Sejarah Alam Jakarta, Indonesia menemukan fosil bangau raksasa,
leptoptilos robustus.

Peta Gua Liang Bua di Pulau Flores dimana ditemukan fosil burung bangau raksasa

Peta Gua Liang Bua di Pulau Flores dimana ditemukan fosil burung bangau raksasa

Para ilmuwan menemukan empat tulang kaki burung itu di gua-gua Liang Bua. Juga ditemukan fragmen sayap, meski diperkirakan burung itu badannya terlalu berat untuk meninggalkan tanah atau terbang. Usia fosil itu diperkirakan 20.000 hingga 50.000 tahun. Ketika hidup, burung ini diperkirakan memiliki tinggi 5 kaki 10 inchi atau 1,778 meter. Beratnya sekitar 2,5 stone atau 15,87 kilogram — bahkan jauh lebih besar dari spesies serupa saat ini. Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Zoologi Linnean Society.

Beginilah perbandingan komposisi besar tubuh bangau raksasa dan manusia hobit yang kecil

Beginilah perbandingan komposisi besar tubuh bangau raksasa dan manusia hobit yang kecil

Salah satu ilmuwan, Dr Hanneke Meijer mengatakan, ia pertama kali menjumlai fosil burung raksasa ini di Jakarta. “Menemukan burung besar memang biasa di kepulauan Indonesia, tapi aku tak menyangka kami akan menemukan bangau marabou raksasa,” kata dia seperti dimuat situs Daily Mail.

Temuan ini membuktikan, betapa panjang bentang temuan di Flores — dari hewan kerdil sampai yang berukuran ekstrem.”Flores tidak pernah terhubung ke daratan Asia dan terisolasi dari pulau-pulau sekitarnya. Isolasi ini telah memainkan peran penting dalam membentuk evolusi fauna,” kata Meijer. Ada hal mengejutkan yang ditemukan ilmuwan. Mereka menemukan fosil sisa-sisa manusia mirip hobbit di lokasi yang sama dengan burung marabou itu pada tahun 2004 lalu.
Sejumlah spekulasi bermunculan, diduga para hobbit menyembah burung raksasa ini. Atau, ada yang menduga para hobbit memburu burung ini sebagai sumber protein. Ada lagi yang menyangka sebaliknya, burung ini memakan hobbit. Namun, kata Meijer, “benar tidaknya binatang ini makan hobbit masih spekulatif. Tidak ada bukti kuat.”
source: http://ruanghati.com/2010/12/08/di-flores-pernah-hidup-bangau-raksasa-pemakan-manusia/

Kamis, 17 Februari 2011

Kereta Cepat Jepangl
Tokaido Shinkansen – Jepang
Jepang mengejutkan dunia dengan meluncurkan kereta cepatnya Shinkansen (kereta peluru) pada tahun 1964 untuk melayani rute Tokyo-Nagoya-Kyoto-Osaka, dan kecepatannya "hanya" berkisar 201 km/jam (di tahun itu udah yang paling kenceng).

Kereta WIN 350 Eksperimental:

JR E3

JR E4

Tiap jalur memiliki nama-nama sendiri (Tokaido, Tohoku, dll), dan tiap jenis keretanya diidentifikasi dengan sebuah julukan (Nozomi, Hikari, dll). Hampir 40 tahun sejak diluncurkan pertama kali, Shinkansen sudah mengangkut 6 miliar penumpang tanpa ada kecelakaan berarti. Rute Shinkansen juga memiliki frekuensi yang sangat tinggi, seperti rute Tokyo dan Shin-Osaka yang bisa dilewati enam kereta per-jamnya (bukan per-hari!).

JR 300

"Hikari" berarti "cahaya", merupakan layanan Shinkansen pertama pada rute Tokaido/Sanyo. Semenjak munculnya kereta Nozomi, saat ini menyediakan layanan mid-level dengan beberapa pemberhentian tambahan, tetapi tetap dengan kecepatan tinggi. Kereta Hikari menghubungkan Tokyo dan Osaka dalam waktu kira-kira 3 jam. Penampilannya lebih bernuansa jet supersonik ketimbang kereta, dengan desainnya yang futuristis dan kenyamanan luar biasa.



Variasi JR 500

Berarti "harapan", kereta-kereta Nozomi hanya membutuhkan waktu 2,5 jam untuk menempuh jarak Tokyo-Osaka, dan 5 jam hingga ke seluruh tujuan di ujung paling selatan kepulauan di Hakata (Fukuoka). Jalur-jalur kereta di Jepang ini mendukung secara komersial mobilisasi penduduknya yang padat di daerah-daerah ini, meski untuk menjalankannya tiap kereta butuh biaya hingga $40 juta.



JR 800 Seri Terbaru


Khusus "Storm Troopers":


JR-Maglev MLX01

Kereta ini termasuk jenis kereta superconducting magnetic levitation - maglev (melayang di atas rel secara magnetis) dan dalam uji cobanya sanggup mencapai kecepatan 581 km/jam dan sejauh ini belum digunakan secara komersial. China maju selangkah dengan lebh dulu mengoperasikan kereta jenis maglev ini pada tahun 2004.

Kereta Cepat Perancis
Train a Grande Vitesse (TGV) – Perancis
Diresmikan pada awal tahun 80-an, TGV melayani rute Lyon dan Paris, setelah suksesnya rutenya kemudian ditambah ke kota lain di Perancis bahkan ke negara lainnya. Kereta ini dibangun oleh Alstrom SA - perusahaan pembuat kereta terbesar kedua di dunia. Kereta generasi barunya TGV V-150 memecahkan rekor kecepatan untuk kereta beroda konvensional pada kecepatan 515 km/jam. Kereta ini menggunakan supercharged engine dan meiliki roda kereta yang besar. Rekor barunya saat ini mencapai 574,8 km/jam (lihat di sini).



Kereta Cepat Jerman
InterCity Express (ICE)

Di awal tahun 90-an Jerman meresmikan kereta cepatnya untuk melayani rute Hannover, Wurzburg, Mannheim, dan Stuttgart. Kereta ini dibangun oleh Siemens dan mencapai kecepatan 280 km/jam.

Transrapid

Jerman juga membangun sendiri kereta maglev-nya Transrapid yang mampu mencapai kecepatan 550 km/jam tapi sayangnya pernah mengalami kecelakaan pada September 2006 di dekat kota Lathen dan menewaskan 23 penumpangnya.

Kereta Maglev Shanghai – China


Dibangun dengan teknologi Jerman, kereta ini mampu mencapai kecepatan hingga 430 km/jam dan sanggup membawa penumpangnya dari bandara internasional Pudong menuju Longyang Road Station di pusat kota hanya dalam waktu 8 menit.


Korean Train Express (KTX) – Korea Selatan

Tahun 2004 Korsel menjadi negara kedua di Asia disamping Jepang yang membangun jalur kereta cepat yang menghubungkan beberapa kota utamanya. Teknologi KTX mengadopsi teknologi TGV (kereta cepat asal Perancis).


Taiwan High Speed Rail – Taiwan

Setelah beberapa tahun penundaan, akhirnya Taiwan High Speed Rail diresmikan penggunaannya pada tanggal 5 Januari 2008. Kereta cepat ini dibangun dengan basis teknologi Jepang Shinkansen dan memendekkan waktu tempuh dari Taipei menuju Kaoshiung menjadi 90 menit dari sebelumnya yang 4 jam.


Kereta Cepat Italia
Direttissima

Itali resmi meluncurkan kereta cepatnya untuk rute Roma dan Florensia dengan kecepatan 254 km/jam.

Eurostar – Inggris Raya

Kereta cepat ini dioprasikan tahun 1994 dan melayani rute dari London ke Perancis dan Belgia (melalui terowongan bawah laut). Dari London ke Paris menggunakan kereta ini memakan waktu 2 jam 35 menit. Kecepatannya saat ini mencapai 300 km/jam.


sumber : http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2010/01/kereta-kereta-tercepat-di-dunia.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More