Jumat, 30 Desember 2011

menambah nafsu makan

Kurang nafsu makan umumnya terjadi pada anak-anak sebagai akibat perubahan pola makan. Namun beberapa penyakit juga bisa mempengaruhi dalam berkurangnya nafsu makan seperti penyakit hepatitis, demam dan infeksi tenggorokan.

Faktor lain yang menyebabkan nafsu makan menurun dikarenakan  mengkonsumsi jenis obat-obatan tertentu dan perubahan hormonal akibat siklus menstruasi. Mereka yang memasuki usia tua juga bisa mengalami hal ini akibat berkurangnya aktivitas fisik dan hormon tubuh.

Di sisi lain, hilangnya nafsu makan bisa disebabkan kurangnya asupan zat gizi tertentu. Kekurangan zinc, misalnya, bisa menurunkan indra perasa dan penciuman. Demikian juga kekurangan kalium dan magensium.

Untuk mengatasi kurang nafsu makan pada anak / orang dewasa, kali ini blog tips kesehatan akan memberikan obat tradisional untuk menambah nafsu makan.

Bahan:
  • Rimpang Temulawak (30 gram)
  • Gula Aren (1 sendok teh)
  • Air (3 sendok makan)
Pemakaian:
Parut rimpang temulawak hingga halus, kemudian tambahkan air sebanyak 3 sendok makan. Peras campuran tersebut dan saring. Tambahkan gula aren pada air perasan dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini sebanyak 3 kali sehari.

Tambahan:

Temulawak

Nama Ilmiah:
Curcuma Xanthorrhiza

Nama Daerah :
Jawa: Temulawak
Sunda: Koneng Gede
Madura: Temulabak

Ciri-ciri:
Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua.

Kandungan Kimia:
Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Semoga tips / cara / obat menambah nafsu makan diatas bisa bermanfaat bagi anda!

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Kamis, 29 Desember 2011

Legenda Spring heeled Jack - Jack si tumit pegas

Penyerang itu bertubuh tinggi, memiliki telinga dan hidung yang ujungnya lancip dengan mata yang terlihat menyala-nyala. Ia mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyerang korban perempuannya, ia mengoyak pakaian dan tubuh mereka dengan cakarnya yang tajam seperti besi. Apabila ia melarikan diri, ia tidak berlari seperti manusia pada umumnya, ia melompat dengan tinggi. Para saksi mata yang melihat figur itu berani bersumpah kalau ia memiliki pegas di kedua tumitnya.






Hampir 200 tahun berlalu sejak makhluk yang dijuluki Spring Heeled Jack (Jack si tumit pegas) meneror kota London. Hingga kini, setiap peneliti yang melihat kembali kepada kisah luar biasa ini hanya bisa berspekulasi mengenai identitasnya yang misterius.


Sepertinya akan sangat sukar untuk menganggap keberadaannya sebagai kebohongan karena penampakan Jack tercatat di seluruh Inggris mulai dari London hingga Liverpool.


Beberapa peneliti menganggap makhluk ini sesungguhnya hanyalah seorang peneror sakit jiwa seperti Jack the Ripper. Namun, sebagian lagi percaya kalau Jack adalah makhluk yang bersifat supranatural, bahkan mungkin ia adalah sang iblis sendiri.


Dalam dunia Cryptozoology, Jack digolongkan ke dalam "Penyerang siluman", sejajar dengan Penyebar gas gila dari Matton dan Badut Siluman. Penyerang siluman sendiri adalah kategori makhluk penyebar teror dengan penampilan seperti manusia namun memiliki kemampuan melebihi manusia pada umumnya.



Tetapi, siapa Jack si tumit pegas sebenarnya?

Laporan penampakan pertamaJack si tumit pegas pertama kali muncul dari kegelapan pada tahun 1837 di London.

Di tahun itu, pada suatu malam, seorang pria sedang berjalan pulang dari kantornya ketika ia menyaksikan satu makhluk melompati sebuah pagar tinggi di pekuburan dengan mudahnya dan mendarat tepat di jalan di depannya. Makhluk itu kemudian segera menghilang di kegelapan malam.

Perjumpaan selama beberapa detik itu sudah cukup untuk membuatnya bergidik ketakutan.

Apa yang membuat pria itu kaget setengah mati adalah figurnya yang tidak biasa. Tubuhnya terlihat seperti seorang pria berotot dengan mata merah menyala serta telinga dan hidung yang ujungnya lancip.

Peristiwa perjumpaan itu mulai menyebar di kota London. Awalnya hanya terdengar seperti sebuah rumor, namun para penduduk London segera menyadari kalau mungkin mereka memang sedang berhadapan dengan sesuatu yang nyata.

Pada tahun-tahun berikutnya, Jack mulai terkenal karena penyerangan-penyerangan yang dilakukannya terhadap para wanita.

Mary Stevens
Pada bulan Oktober tahun yang sama, seorang perempuan bernama Mary Stevens sedang berjalan menuju lavender Hill.

Ketika ia berjalan melewati Clapham Common, satu makhluk misterius melompat keluar dari gang yang gelap. Makhluk itu segera memegang Mary di kedua lengannya dan menciumi wajahnya. Mary bisa merasakan cakarnya yang dingin merobek kulitnya.

Dalam ketakutan yang luar biasa, Mary berteriak dengan sekuat tenaga sehingga makhluk itu segera melarikan diri.

Hari berikutnya, makhluk itu muncul di dekat rumah Mary. Ia melompat di dekat sebuah kereta yang menyebabkan sang kusir panik dan kehilangan kendali sehingga keretanya terbalik. Menurut mereka, makhluk itu melompat hingga ketinggian sekitar 2,7 meter sambil mengeluarkan suara tertawa yang aneh.

Intensitas laporan yang meningkat membuat media-media di London mulai memberitakannya. Segera, makhluk misterius itu mendapatkan sebuah nama: Spring heeled Jack atau Jack si tumit pegas.

Jane AlsopBeberapa bulan kemudian, Jack kembali beraksi!

Pada suatu malam pada tanggal 19 Februari 1838, Jane Alsop mendengar suara ketukan di pintunya. Suara yang menyertai ketukan itu menyebutkan kalau dirinya adalah petugas polisi.

"Saya adalah seorang petugas polisi. Demi Tuhan, cepat bawakan sebuah lampu, kami telah berhasil menangkap Jack si tumit pegas di jalan desa."
Mendengar itu, Jane bergegas mengambil sebatang lilin untuk pria tersebut dan kemudian menyadari kalau pria itu mengenakan sebuah tudung di kepalanya. Ketika ia menyodorkan lilin itu, pria itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan.

Jane melihat pria yang berdiri di hadapannya memiliki mata yang merah menyala. Ia bahkan berani bersumpah kalau ia melihat pria itu mengeluarkan lidah api berwarna biru dan putih dari mulutnya. Selain itu, ia juga terlihat mengenakan sesuatu seperti helm dan pakaian yang ketat.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, pria itu segera mencengkeram wanita malang itu dan merobek pakaiannya. Jane berteriak sekuat tenaga dan akhirnya berhasil melepaskan diri dan berlari ke depan rumah. Makhluk itu berhasil menangkapnya kembali dan merobek leher dan lengannya dengan cakarnya yang sepertinya terbuat dari besi.

Setelah itu, makhluk itu menghilang begitu saja. Akhirnya Jane ditemukan dan ditolong oleh kakak perempuannya. Nyawanya berhasil diselamatkan.

Namun, Jack belum selesai. Delapan hari kemudian, ia kembali menyerang.

Lucy ScalesPada malam tanggal 28 Februari 1838, Lucy Scales yang berusia 18 tahun sedang berjalan melewati distrik Limehouse bersama kakak perempuannya. Ketika mereka melewati jalan Green Dragon, satu figur tinggi dengan jubah terlihat berdiri di hadapan mereka. Tiba-tiba makhluk itu meludah, namun yang keluar dari mulutnya adalah lidah api berwarna biru.

Lidah api itu mengenai wajah Lucy dan membuatnya buta sesaat. Sementara Lucy terkapar di tanah dan mengeluh kesakitan, makhluk itu dengan tenang membalikkan badannya dan menghilang dalam kegelapan malam.

Berita penyerangan itu menyebar dengan cepat dan sekarang rasa panik menyerang kota London!

Jack meneror Inggris
Tidak berapa lama setelah media-media London memberitakan kisah penyerangan Jane Alsop, seorang pria bernama Thomas Millibank muncul ke publik dan mengaku sebagai Jack si tumit pegas. Tanpa buang waktu, polisi segera menangkapnya. Namun ia segera dilepaskan karena Jane bersikeras kalau makhluk yang dilihatnya mengeluarkan nafas yang terlihat seperti lidah api. Thomas mengaku kalau ia tidak bisa melakukan hal itu.

Setelah pengakuan Thomas Millibank, Jack menghilang selama beberapa tahun.

Pada tahun 1840, gelombang penampakan kembali menyapu Inggris. Para saksi mengaku melihat Jack, mulai dari Northamptonshire hingga East Anglia.

Pada tahun 1855, Jack muncul di Black Country. Ia terlihat di Old Hill sedang melompat dari atap sebuah penginapan menuju atap sebuah toko daging di seberang jalan.

Pada tahun itu juga, jejak-jejak kaki misterius, yang sering disebut jejak kaki setan, muncul di Devon. Jack disebut-sebut sebagai makhluk yang meninggalkan jejak tersebut.

Lalu, Jack kembali menghilang selama hampir 20 tahun.

Pada November 1872, harian News of the World melaporkan adanya makhluk misterius yang disebut "Peckham Ghost" yang telah muncul dan menyebar teror di kota Peckham. Banyak yang percaya kalau makhluk itu sesungguhnya adalah Jack si tumit pegas yang kembali beraksi.

Pada April dan Mei 1873, para penduduk Sheffield melaporkan adanya makhluk yang deskripsinya mirip dengan Jack si tumit pegas.

Pada Agustus 1877, Jack muncul di barak perajurit Aldershot. Kemunculannya di tempat ini tercatat sebagai salah satu kisah penampakan Jack yang paling terkenal.

Saat itu seorang prajurit jaga melihat sebuah figur besar sedang berdiri dan membuat suara-suara berisik dengan logam. Prajurit itu menegurnya, namun tidak terdengar adanya jawaban. Lalu, figur itu menghilang selama beberapa saat.

Prajurit itu membalikkan badannya karena ingin kembali ke pos jaga. Tak disangka, figur itu muncul di sebelahnya dan memukul wajahnya. Beberapa prajurit lain yang mendengar keributan itu segera berdatangan ke lokasi. Ketika sampai di tempat kejadian, mereka melihat teman mereka sedang terkapar di tanah dengan satu figur aneh berdiri di dekatnya.

Figur itu lalu melompat tinggi melewati kepala dan mendarat di belakang mereka. Salah seorang prajurit segera menembaknya. Namun ia segera menghilang di semak-semak, terlihat tidak terpengaruh oleh tembakan itu.

Pada musim gugur 1877, Jack terlihat muncul di Newport Arch di Lincolnshire. Di tempat itu, Jack berhasil dikepung oleh para penduduk desa. Namun, ia melompat tinggi dan berhasil lolos.

Pada tahun 1886, Birmingham Post melaporkan penampakan Jack di salah satu edisinya:

"Pertama, seorang perempuan muda, lalu seorang pria, mereka merasakan sebuah tangan yang dingin menyentuh pundak mereka. Ketika mereka membalikkan badan, mereka melihat wajah bercahaya yang mengucapkan selamat malam."
Pada tahun 1888, 51 tahun setelah Jack pertama kali muncul, ia kembali terlihat di Everton, di atas atap gereja Saint Francis Xavier.

Pada tahun 1904, beberapa saksi mengaku melihat Jack di William Henry Street. Ia melompat dari jalan itu menuju atap-atap rumah penduduk.

Penampakan William Henry Street adalah penampakan Jack yang terakhir dilaporkan karena setelah itu Jack seperti menghilang ditelan bumi. Jika makhluk yang terlihat itu benar-benar Jack si Tumit pegas, itu artinya ia telah meneror Inggris selama 67 tahun.

Siapakah Jack si Tumit Pegas sesungguhnya?
Tidak ada yang tahu pasti siapa Jack si tumit pegas sebenarnya. Ini menyebabkan munculnya berbagai teori mengenai identitas makhluk ini sebenarnya.

Sebagian percaya kalau Jack adalah makhluk ekstra terestrial dengan mata merah retro reflektif dan nafas fosfor. Sebagian lagi percaya kalau Jack adalah Iblis yang diundang oleh para pelaku okultis.

Namun, menurut mereka yang skeptis, laporan penampakan Jack hanyalah sebuah histeria massa yang dipicu oleh kepercayaan adanya bogeyman atau iblis yang dipercaya banyak orang di abad ke-19. Tentu saja, ini adalah jawaban yang paling mudah. Namun, bagi peneliti lainnya, ada jawaban yang lebih masuk akal.

Beberapa penulis percaya kalau Jack sesungguhnya hanyalah seorang manusia dengan peralatan yang aksinya kemudian ditiru oleh orang lain pada tahun-tahun berikutnya.

Salah satu yang percaya dengan teori ini adalah Sir John Cowan, walikota London pada saat Jack meneror kota itu. Ia percaya kalau sekelompok anak-anak muda kaya yang iseng mungkin telah bertanggung jawab menciptakan karakter Jack.

Sebuah rumor populer yang beredar pada tahun 1840 menyebutkan kalau Jack sebenarnya adalah seorang bangsawan Irlandia bernama Henry de la Poer Beresford III, The Marquess of Waterford.

Tuduhan ini muncul karena bangsawan itu terkenal karena kesukaannya akan humor kasar, vandalisme dan perilaku buruknya terhadap wanita. Perilaku buruk Ini membuatnya dijuluki "Mad Marquess".

Pada tahun 1880, penulis E. Cobham Brewer juga menuduh Marquess Waterford sebagai Jack Spring Heeled. Menurutnya:
"Marquess biasa menghibur dirinya dengan mengejutkan para pejalan kaki, ia biasa menakut-nakuti mereka, dan dari waktu ke waktu orang-orang selalu mengikuti perilakunya."

Henry de la poer Beresford III
Marquess of Waterford meninggal pada tahun 1859. Brewer percaya, kalau sepeninggalnya, keisengan sang Marquess telah ditiru oleh orang lain.

Penulis buku "The legend and Bizarre Crimes of Spring Heeled Jack" bernama Peter Haining juga percaya dengan teori ini. Menurut Haining, Marquess mungkin telah meminta temannya untuk menciptakan peralatan yang memungkinkannya melompat tinggi dan menyemburkan nafas api.

Argumen lainnya yang cukup menguatkan teori ini adalah keberadaan Marquess yang sesuai dengan munculnya serangan-serangan Jack.

Sebagai tambahan bukti, Haining mengatakan kalau seorang bocah yang pernah melihat Jack mengaku menyaksikan adanya huruf W pada tudung yang dikenakannya. Ini bisa jadi merupakan inisial dari "Waterford".

Namun menariknya, jika sang bangsawan itu adalah Jack, peralatan macam apa yang digunakannya?

Selama perang dunia II, para prajurit Jerman dilaporkan pernah menggunakan pegas pada sepatu mereka. Ketika mereka menggunakannya, yang didapat adalah kaki dan tumit yang patah.

Jika Marquess of Waterford adalah Jack, maka pastilah ia memiliki peralatan yang sangat menarik.

Walaupun mungkin kita tidak akan pernah tahu identitas makhluk ini sebenarnya, namun, mungkin saja suatu hari dari kegelapan malam yang pekat, Jack si tumit pegas akan muncul dan melompat kembali.

(wikipedia, spookystuff.co.uk)

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Rabu, 28 Desember 2011

Misteri Philadelphia Experiment



Menurut legenda, pada musim gugur tahun 1943, sebuah kapal perang milik angkatan laut Amerika tanpa sengaja mengalami teleportasi dari Philadelphia ke Norfolk, Virginia, yang berjarak 200 mil jauhnya. Peristiwa ini disebut merupakan efek samping dari sebuah eksperimen yang dikemudian hari disebut Philadelphia Experiment.




Kisah mengenai Philadelphia Experiment umumnya dipercaya sebagai sebuah Hoax. Namun, beberapa aspek dari kisah ini sepertinya memberikan bahan bakar yang cukup untuk para penganut teori konspirasi. Jadi, mari kita mereview kembali peristiwa misterius ini.


Kisah Philadelphia Experiment pertama kali dimulai dua orang, yaitu Morris K Jessup dan Carlos Allende. Carlos Allende yang mengaku sebagai saksi mata eksperimen itu menceritakannya kepada Jessup. Dan selanjutnya, kisah Philadelphia Experiment menyebar hingga menjadi salah satu legenda yang berkembang di Masyarakat.


Kisah ini dilatarbelakangi oleh kondisi dunia pada masa perang dunia.


Unified Field Theory
Pada awal tahun 1930an, Universitas Chicago menyelidiki kemungkinan membuat sebuah objek menjadi tidak tampak (invisible) lewat penggunaan medan listrik. Prinsip di belakang kemungkinan ini adalah Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Einstein.


Einstein dan perwira angkatan laut (Princeton, 24 Juli 1943)

Teori ini percaya kalau gravitasi dan elektromagnetik memiliki hubungan, sama seperti hubungan antara massa dan energi. Namun, teori ini dianggap belum terpecahkan karena tidak ada satupun ilmuwan yang bisa mendapatkan persamaan matematis untuk menjelaskannya.

Apabila teori ini dapat diaplikasikan, maka banyak yang percaya kalau kita dapat menggunakan sebuah generator besar untuk membengkokkan cahaya di sekeliling sebuah objek sehingga membuatnya menjadi tidak tampak (invisible).

Tahun 1939, proyek universitas Chicago itu dipindahkan ke Princeton's Institute of Advanced Studies, tidak jauh dari Philadelphia. Di tempat ini, para peneliti mempresentasikan hasil penemuan mereka kepada militer Amerika yang tertarik pada aplikasinya di medan perang.

Saat itu, dunia berada dalam keadaan perang. Tentu saja, militer setiap negara berlomba untuk menciptakan senjata terhebat yang akan digunakan dalam medan perang, termasuk militer Amerika.


Dari konteks situasi dan kondisi inilah, muncul sebuah kisah misterius. Tetapi sebelum masuk ke kisah itu, mari kita lihat apa yang terjadi pada tahun 1957.

Morris Jessup dan ONR

Pada tahun 1957, seorang penulis buku yang bernama Morris K Jessup mendapatkan undangan tak terduga dari US Navy's Office of Naval Research (ONR), sejenis badan penelitian milik angkatan laut Amerika.

Morris K Jessup

Jessup bukan penulis sembarangan. Dalam bukunya yang berjudul "The Case for the UFO", ia menceritakan teorinya mengenai teknologi mesin pendorong yang mungkin digunakan oleh piring terbang. Ia juga menulis kalau teknologi anti gravitasi atau manipulasi elektromagnetis mungkin bertanggung jawab atas cahaya-cahaya aneh yang menyertai penampakan UFO.

Berkaitan dengan teorinya, Jessup percaya kalau Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Enstein akan memiliki pengaruh signifikan di masa depan.

Ketika sampai di kantor ONR dan menghadap salah seorang perwira angkatan laut, Jessup menemukan sesuatu yang tidak disangkanya.

Ia melihat buku yang ditulisnya tergeletak di meja sang perwira. Tetapi, di dalam halaman-halaman buku itu, ada catatan-catatan kecil yang sepertinya berusaha menjelaskan isi buku tersebut.

Lalu, perwira tersebut menanyakan kepada Jessup apakah ia yang telah mengirim buku tersebut, atau ia mengetahui siapa yang telah mengirimnya.

Jessup menjawab tidak tahu. Dan memang ia tidak mengetahui apa-apa soal itu. Tetapi, ia teringat dengan sesuatu.

Catatan-catatan kecil pada buku itu mengingatkannya pada seseorang.

Carlos Allende yang Misterius
Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1955, Jessup pernah bertemu dengan seseorang yang bernama Carlos Allende yang mengklaim pernah menyaksikan kapal perang USS Eldridge menghilang dan muncul kembali.

Ia mengaku menyaksikannya dari atas kapal SS Andrew Furuseth yang berlabuh di dekat USS Eldridge.

Allende percaya kalau pihak angkatan laut telah mengadakan sebuah eksperimen rahasia yang telah menyebabkan peristiwa misterius itu.

Ia juga mengutip sebuah artikel surat kabar yang menyebutkan mengenai dua pelaut awak USS Eldridge yang pernah terlihat lenyap begitu saja dari pandangan mata di sebuah bar.

Allende ternyata pernah menghadiri salah satu seminar Jessup dan memutuskan untuk mempercayakan kesaksiannya kepadanya. Tetapi, Morris Jessup percaya kalau Allende adalah seorang pembohong.

Jessup pernah meminta Allende untuk membuktikan kesaksiannya. Namun, Allende mengaku tidak dapat memberikan bukti dan hanya menawarkan pengakuan lewat pengaruh hipnotis. Belakangan, diketahui juga kalau nama aslinya bukan Carlos Allende, melainkan Carl.M Allen.

Walaupun tidak dipercaya oleh Jessup, Allende tetap meneruskan niatnya untuk menyebarkan kisah itu. Lalu, ia membuat catatan-catatan kaki pada buku Jessup dan mengkaitkannya dengan eksperimen angkatan laut yang dilakukan di Philadelphia itu. Ia mencetak buku yang telah diberi catatan kakinya sebanyak 100 eksemplar dan buku inilah yang salah satunya jatuh ke tangan angkatan laut Amerika. Dari sinilah kisah Philadelphia Experiment mulai menyebar.


Sekarang, mari kita lihat kisah mengenai Philadelphia Experiment versi Allende.

Philadelphia Experiment
Pada tanggal 22 Juli 1943, sebuah percobaan rahasia disebut dilakukan di atas kapal USS Eldridge yang sedang berlabuh di Philadelphia.

Tujuan eksperimen ini tidak lain adalah untuk menciptakan sebuah medan energi yang dapat membuat kapal tersebut menghilang dari pandangan manusia dan radar.


Percobaan ini konon berhasil membuat kapal itu hampir menghilang. Namun, eksperimen ini membawa efek samping terhadap para awak kapal. Beberapa awak kapal mengaku mengalami pusing dan mual. Bahkan, sebuah kisah aneh muncul dari salah seorang awak kapal yang disebut berpindah tempat secara ajaib ke bagian bawah kapal dengan satu tangannya masuk ke dalam rangka baja kapal.

Setelah peristiwa aneh ini, pihak angkatan laut meminta eksperimen ini diubah, bukan lagi supaya kapal dapat menghilang dari pandangan mata, tetapi hanya menghilang dari pantauan radar.

Pada tanggal 28 Oktober 1943, Eksperimen lanjutan dilakukan kembali di atas USS Eldridge.

Eksperimen ini disaksikan oleh banyak orang di atas kapal. Lalu, generator mulai dinyalakan. Saklar mulai digerakkan. Dengan segera, kapal itu menghilang dari pandangan mata dan semuanya terlihat berjalan lancar.

Kapal itu disebut lenyap selama 4 jam sebelum akhirnya muncul kembali di tempatnya semula. Terlihat ada kabut kehijauan misterius menggantung di dek kapal.

Kemanakah kapal itu menghilang selama 4 jam?

Beberapa saksi menyebutkan kalau kapal itu terlihat di pelabuhan Norfolk yang berjarak lebih dari 200 mil dari Philadelphia.

Inilah asal usul berkembangnya legenda yang menyebutkan kalau kapal itu tanpa sengaja mengalami teleportasi.

Ketika kapal itu terlihat kembali di tempatnya semula, sepertinya eksperimen ini telah berjalan dengan sukses. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Di atas kapal, terlihat sebuah pemandangan yang mengerikan.

Horor di atas USS Eldridge
Beberapa awak kapal berteriak karena tubuh mereka terbakar, awak yang lain terlihat seperti orang gila. Sebagian lagi terlihat sakit dan sejumlah lainnya tewas di tempat.

Tetapi, yang paling misterius adalah adanya awak kapal yang menghilang begitu saja dari pandangan mata.

USS Eldridge Destroyer Escort 173

Peristiwa ini begitu luar biasa sehingga banyak orang meragukan kesaksian Allende. Karena itu, banyak yang berpendapat kalau kisah ini hanyalah hoax semata.


Philadelphia experiment - Hoax?
Walaupun Allende menyebutkan kalau peristiwa ini disaksikan oleh banyak orang, namun, angkatan laut Amerika menyangkal keberadaannya. Dengan kata lain, Philadelphia Experiment tidak pernah terjadi.

Bahkan angkatan laut mengklaim kalau tidak ada satupun saksi atau bukti yang pernah ditemukan terkait eksperimen Philadelphia.
Misalnya, catatan pelayaran USS Eldridge menunjukkan kalau pada Oktober 1943, kapal itu sedang berada di New York, bukan di Philadelphia.

Lalu, The Office on Naval Research (ONR) terbentuk tahun 1946. Sehingga pada saat eksperimen Philadelphia diadakan, badan ini sama sekali belum ada.

Pada tahun 1999, para veteran yang pernah bertugas di atas USS Eldridge mengatakan kalau kapal itu tidak pernah berlabuh di Philadelphia.

Dengan tegas, pihak angkatan laut beranggapan kalau legenda Philadelphia experiment hanyalah sebuah science fiction yang tersebar lewat seorang hoaxer, tentu saja yang dimaksud adalah Allende.

Tahun 1980, Robert Goerman menulis dalam Fate magazine kalau Carlos Allende yang menyebarkan kisah Philadelphia Experiment sebenarnya memiliki sejarah gangguan psikologi yang mungkin telah menyebabkannya mengarang cerita mengenai Philadelphia Experiment.

Memang, angkatan laut menyangkal adanya peristiwa itu. Catatan-catatan mengenai kapal tersebut juga tidak menunjukkan kalau di atas USS Eldridge pernah diadakan eksperimen mematikan itu. Namun, sebagian orang percaya kalau Philadelphia Experiment benar-benar terjadi dan pemerintah dengan segala upayanya berusaha menutupi peristiwa itu.


Buktinya adalah kematian Morris Jessup yang mencurigakan.

Kematian Morris Jessup

Setelah bertahun-tahun sejak buku pertamanya terbit, Jessup mempublikasikan buku keduanya. Namun buku ini tidak terlalu laris di pasaran dan penerbitnya menolak untuk menerbitkan buku-buku berikutnya.

Pada tahun 1958, istrinya menceraikannya. Teman-temannya mulai melihat Jessup menjadi depresi dan lebih labil. Tidak berapa lama kemudian, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang proses penyembuhannya cukup lama.

Tragedi yang terus menerus ini, sepertinya membuat ia menjadi patah semangat. Pada tanggal 20 April 1959, ia mengakhiri nyawanya dengan mengunci diri di dalam mobil menyala dan mengalirkan karbon monoksida ke dalamnya.

Walaupun terlihat wajar, namun banyak orang percaya kalau kematian ini berhubungan dengan usaha pemerintah untuk menutupi eksperimen Philadelphia.

Contohnya, otopsi terhadap mayat Jessup tidak pernah dilakukan. Ini bertentangan dengan hukum negara bagian saat itu. Sersan Obenclain, yang tiba di tempat kejadian bunuh diri mengatakan off the record:

"Semuanya terlihat terlalu profesional".
Apakah pemerintah Amerika telah membunuh Jessup?
Teori Konspirasi Philadelphia Experiment
Selain kematian Jessup, ada teori lain yang berhubungan dengan teori konspirasi di balik Philadelphia Experiment, yaitu adanya kemungkinan kalau pemerintah Amerika telah berhasil menguasai teknologi yang berasal dari Unifield Field Theory.

Einstein disebut tidak pernah memecahkan misteri Unified Field Theory. Namun, penulis bernama William Moore percaya kalau Einstein sebenarnya telah memecahkan persamaan matematikanya yang kemudian dihancurkan sendiri olehnya sebelum ia meninggal.

Selain Einstein, Nikola Tesla disebut pernah mengaku kalau ia telah berhasil memecahkan misteri Unified Field Theory sebelum kematiannya di tahun 1943. Menurut anggota keluarga Tesla, FBI datang tidak lama setelah Tesla meninggal dan menyita seluruh catatan-catatan penelitiannya.

Salah satu bukti yang menguatkannya adalah: eksperimen Philadelphia dilakukan tidak lama setelah Tesla meninggal.
Penjelasan AlternatifJadi, ada dua pendapat berbeda mengenai Philadelphia Experiment. Di satu pihak, kisah itu dianggap sebagai sebuah hoax. Di pihak lain, eksperimen itu dipercaya benar-benar terjadi walaupun disangkal oleh pemerintah Amerika.

Menariknya, di tengah dua pendapat ini, ada satu pendapat yang sepertinya bisa menjadi jalan tengah. Pendapat ini datang dari penulis bernama Jacques Valle yang juga seorang peneliti UFO.

Ia percaya kalau kisah itu bukan hoax, melainkan hanya sebuah salah tafsir.


Menurut Vallee, pada tahun 1943, kapal angkatan laut yang bernama USS Engstrom, tempat Allende menyaksikan menghilangnya USS Eldridge, memang berlabuh di dekat USS Eldridge.

Nah, di atas kapal USS Engstrom, sebuah prosedur dilakukan untuk menghasilkan medan elektromagnetik yang kuat untuk membuat kapal itu tidak bisa terdeteksi oleh ranjau dan torpedo yang dipicu secara magnetis. Tetapi, proses ini tidak membuat kapal menjadi invisible bagi mata atau radar.

Proses ini disebut degaussing dan diciptakan oleh imuwan Kanada dan Inggris dan biasa digunakan pada perang dunia II. Bahkan proses ini masih digunakan hingga sekarang.

Menurut Vallee, mungkin proses degaussing di Engstrom dibesar-besarkan oleh sebagian orang sehingga menghasilkan kisah Philadelphia Experiment.

Masih menurut Vallee, seorang veteran yang pernah bertugas di atas Engstrom mengatakan kalau USS Eldridge bisa saja berlayar dari Philadelphia ke Norfolk dan kembali lagi hanya dalam waktu sehari dengan melewati Kanal Chesapeake dan Delaware. Pada tahun itu, kanal ini tertutup bagi kapal umum dan hanya boleh dilewati oleh kapal militer.

Ini mungkin menjelaskan kesaksian orang yang melihat USS Eldridge di Norfolk pada hari yang sama dengan dilakukannya Philadelphia Experiment. Pada saat itu, penggunaan kanal itu dirahasiakan dari publik sehingga publik tidak akan mengerti bagaimana caranya USS Eldridge bisa ada di dua tempat yang berjauhan dalam satu hari.

Lalu, salah tafsir lain yang dipercaya oleh Valle adalah mengenai kutipan surat kabar yang menceritakan adanya dua awak kapal USS Eldridge yang lenyap dari pandangan mata di bar.

Seorang veteran pernah mengaku kalau ia adalah awak kapal yang "lenyap dari pandangan mata" di bar. Menurutnya, saat itu terjadi perkelahian di bar. Seorang pelayan bar yang baik hati segera mengeluarkannya lewat pintu belakang sebelum polisi tiba karena saat itu ia masih di bawah umur. Jadi, tidak benar kisah yang mengatakan kalau ia lenyap begitu saja di udara.

Semuanya terdengar masuk akal.

Nah, sekarang kita punya tiga pendapat yang berbeda. Yang manakah yang lebih masuk akal?

Saya serahkan kepada pandangan kalian masing-masing.

Tetapi, sebelum saya tutup, ada satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran saya. Jika Philadelphia Experiment adalah sebuah Hoax dan tidak pernah terjadi, mengapa pada tahun 1957, pihak angkatan laut Amerika sampai merasa perlu mengundang Morris Jessup untuk megklarifikasi bukunya?

Mengapa tidak mengacuhkannya? bukankah itu cuma science fiction?

(wikipedia, history.navy.mil, crystalinks.com, skepdic.com)

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Selasa, 27 Desember 2011

25 misteri kedutan pada bagian tubuh kita

Kedutan sendiri adalah gerak reflek pada syaraf dibagian tertentu ditubuh kita, yang bisa kita rasakan tanpa bisa kita kendalikan.

http://gogirlmagz.com/beta/uploads/images/Eyes_slide_show%20copy.jpg 
Kalau anda ingin tahu apa arti kedutan itu silahkan simak tulisan dibawah ini :
 
1. Kedutan di ubun-ubun kepala : Akan mendapatkan kebahagiaan.

2. Kedutan pada bagian kepala sebelan kanan : Akan sakit.

3. Kedutan pada bagian kepala sebelah kiri : Akan mendapatkan kemuliaan.

4. Kedutan pada seluruh kepala : Akan melihat yang aneh-aneh atau ajal sudah dekat.

5. Kedutan pada dahi : Akan mendapat harta atau ilmu pengetahuan.

6. Kedutan pada tengkuk : Akan dicintai
orang kaya.
7. Kedutan pada alis mata kanan : Akan berbahagia, tetapi terlebih dahulu mendapat kesusahan.

8. Kedutan pada kelopak mata kanan atas : Akan mendapat keuntungan.

9. Kedutan pada alis mata kiri : Akan bertemu dengan seseorang.

10. Keduatan pada kelopak mata kiri atas : Akan bertemu dengan kekasih/calon kekasih.

11. Kedutan pada kelopak mata kanan bawah : Akan bersedih.

12. Kedutan pada kelopak mata kiri bawah : Akan bersedih hati juga.

13. Keduatan pada ekor mata kanan sebelah atas : Akan sembuh dari sakit.

14. Kedutan pada ekor mata kiri sebelah atas : Akan bertemu keluarga jauh.

15. Kedutan pada ekor mata sebelah kanan bawah : Akan bertemu orang jauh.

16. Kedutan pada ekor mata sebelah kiri bawah : Akan sakit.

17. Kedutan pada biji mata kanan : Akan bersedih hati.

18. Kedutan pada biji mata kiri : Akan bersuka cita.

19. Kedutan pada sekujur hidung : Akan mencium kekasih.

20. Kedutan pada hidung sebelah kanan : Akan lepas dari penyakit.

21. Kedutan pada hidung sebelah kiri : Akan tercapai cita-cita.

22. Kedutan pada pelipis sebelah kanan : Akan mendapatkan kesukaran, kematian dan sebagainya.

23. Kedutan pada pelipis sebelah kiri : Akan mendapatkan ketenangan hati.

24. Kedutan pada telinga sebelah kanan : Akan mendapatkan khabar yang menyenangkan hati.

25. Kedutan pada telinga sebelah kiri : Akan kedatangan keluarga jauh.

silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Senin, 26 Desember 2011

Goa 'Bersuara Gamelan' Diusulkan Menjadi Objek Wisata


Goa di lereng Gunung Lengko Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi magnet bagi warga. Objek wisata mendadak itu dinamakan warga sekitar dengan Goa Macan.
Sepanjang hari ini, warga masih berdatangan ke goa yang berlokasi di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, itu. Letaknya berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro. Mereka penasaran dengan keajaiban alam berupa batu berkilauan seperti emas dan dapat mengeluarkan suara seperti gamelan.

Apa yang disaksikan warga sebenarnya adalah efek dari air yang mengalir di permukaan stalaknit dan stalaktit. Selain itu terdapat beberapa batu yang jika dipukul menghasilkan suara dengan nada berbeda-beda. Suaranya pun sangat mirip dengan gamelan.

Namun karena tebing galian ke arah goa masih labil dan rawan ambrol ditambah kadar oksigen sangat tipis, para pengunjung dilarang masuk dan harus puas hanya melihat dari bibir goa. Pihak pemerintah desa memagari goa dengan kayu sehingga tidak bisa dilintasi warga.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nganjuk membangun tempat ini menjadi obyek wisata.

Berti, salah seorang pengunjung, mengatakan beberapa bulan lalu di lokasi yang berjarak sekira 1 kilometer dari Goa Macan, juga muncul semburan air cukup besar. Semburan air hingga kini masih terus berlangsung dan juga sering dikunjungi warga.

Penemu goa, Nyamat, warga Desa Sambikerep, mengaku mendapat firasat melalui mimpi sebelum menemukan goa ini. Menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai pencari batu antik ini, dia sempat bermimpi ditemui seorang perempuan yang membawa batu putih di tempat ini.

Atas mimpinya tersebut, Nyamat memutuskan menggali tanah di tempat ini hingga kedalaman tujuh meter. Setelah menggali, dia menemukan lubang yang ternyata di bawahnya terdapat goa.

Nyamat mengakui goa tersebut bukan temuan baru, tetapi goa lama yang sudah dikenal penduduk dahulu dengan sebutan Goa Macan. Dinamakan Goa Macan, karena konon dahulu goa ini sarang atau rumah macan. Karena dihuni macan, dan letaknya jauh berada di dalam hutan, warga tak pernah menjamah goa ini hingga akhirnya tertutup tanah dan hilang.

Hingga kini, Nyamat dan Pemerintah Desa Sambikerep, masih menunggu kebijakan dari dinas terkait.



silahkan anda Copy paste artikel diatas tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. terimakasih....!!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More