Rabu, 12 Oktober 2011

ironis : dua siswi saling baku hantam di alun alun tulungagung

 keraguan saya tentang beredarnya video dua siswi tulungagung yang saling baku hantam di tempat umum kini terjawab sudah hari ini ,
apakah memang benar kedua putri ini adalah pelajar dari tulungagung atau bukan.
karena kemarin tidak ada sumber yang pasti dari sekolah  mana anak ini berasal , lagi pula gambarnya kurang begitu jelas , setelah saya dengar tadi pagi dari salah satu radio swasta dan harian surya edisi rabu tgl 12 oktober 2011 barulah saya yakin bahwa keduanya benar benar pelajar dari tulungagung
dan berikut ini berita menurut harian seputar indonesia

TULUNGAGUNG – Perkelahian tampaknya sudah dianggap hal yang wajar. Sebuah video pendek yang memperlihatkan adegan kekerasan dua orang siswi sekolah menengah (SMA) beredar di Kabupaten Tulungagung.

Film berdurasi 2 menit 51 detik tersebut mempertontonkan dua remaja putri berseragam sekolah.Keduanya terlibat saling pukul, menjambak rambut dan membanting. Saat adu fisik berlangsung, sejumlah pelajar bukannya melerai. Mereka malah bersoraksorak tidak jauh dari lokasi perkelahian.

Mereka justru terkesan mengadu kedua siswi tersebut. Pada saat perkelahian berlangsung, seorang penonton diduga merekam dengan kamera ponsel dan menyebarkan aksi tak patut dicontoh itu. ”Hampir semua orang melihat video perkelahian ini,”tutur Ahmad,tukang parkir di sekitar Alun-alun Kota Tulungagung.

Dari elemen estetika di dalam video, peristiwa itu berlangsung pada siang hari. ”Gelanggang” perkelahian diduga terjadi di sekitar alun-alun,atau di depan kantor DPRD KabupatenTulungagung. Jika melihat seragam yang dikenakan, seorang pelajar yang berkelahi diduga berasal dari SMK Negeri 2 Boyolangu.

Sedangkan rivalnya diduga siswa SMA Katolik Santo Aquino Kota Tulungagung. Pertengkaran dimulai dari adu mulut yang kemudian meningkat menjadi saling serang secara fisik. Kedua remaja putri itu masing- masing memiliki suporter yang saling berteriak memberikan dukungan.Tayangan video itu selesai saat perkelahian masih seru-serunya.

”Sepertinya perekam memang merekamnya sampai adegan itu, ”terang Ahmad yang mengaku tidak melihat peristiwa tersebut secara langsung. SMKN 2 Boyolangu ketika dikonfirmasi tidak bersedia menemui. Seorang guru membenarkan jika siswi yang berkelahi merupakan anak didiknya. ”Masalah ini sudah diselesaikan secara internal.Kita juga sudah menghubungi kepala sekolah yang menjadi lawan dalam video tersebut,”ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Bambang Setyo Sukarjono mengaku belum mendengar kasus video itu. Selanjutnya dia akan memanggil kepala sekolah masing-masing. ”Kita juga akan memastikan apakah itu memang anak didik kita atau bukan,”ujarnya